Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 06 September 2018 17:17 WIB

Dari Kudus Menuju Pentas Dunia

Kudus, HanTer - Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis yang berlangsung di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 7-9 September 2018 akan menjadi arena pertarungan seru antar pebulutangkis muda. 
 
Terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni U-11, U-13 dan U-15, para pebulutangkis muda yang berasal dari berbagai daerah akan baku hantam untuk menjadi yang terbaik pada gelaran final tahun ini. 
 
Dimana ajang ini akan mempertemukan para pemenang dan peraih Super Tiket dari Audisi Umum yang telah digelar di Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Purwokerto, Surabaya, Cirebon, Solo Raya, dan Kudus.
 
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin menyatakan, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis merupakan upaya untuk menjaga api obor prestasi bulutangkis Indonesia terus menyala.
 
Berkaca pada hasil sepanjang 2018 sejumlah prestasi mampu diraih oleh para pebulutangkis PB Djarum di tingkat junior maupun senior. Di tingkat junior, Ribka Sugiarto dan Febriana Dwipuji Kusuma, berhasil meraih gelar juara ganda putri di 2018 Asia Junior Championships.
 
Sedangkan di level senior, atlet PB Djarum, Kevin Sanjaya Sukomuljo, yang berpasangan dengan Marcus Gideon berhasil meraih gelar juara All England pada Maret 2018. Kemudian pada awal Juli 2018, pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir berhasil menjuarai Blibli Indonesia Open 2018.
 
Melengkapi catatan tersebut, lagu Indonesia Raya kemudian berkumandang di ajang Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang, usai medali emas ke-24 diraih pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon dari nomor ganda putra.
 
"Kita merasa bangga dengan berbagai prestasi yang diraih atlet-atlet bulutangkis Indonesia," kata Yoppy Rosimin dalam jumpa pers Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis di GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (6/9/2018).
 
"Ini menjadi poin penting agar kemudian kita mempersiapkan regenerasi berikutnya. Tidak hanya untuk mempertahankan, namun bagaimana merebut prestasi di nomor-nomor yang saat ini kita masih tertinggal,.
 
"Melalui rangkaian Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis kami ingin lebih banyak lagi muncul bibit-bibit pebulutangkis yang sejak usia dini dapat dibina agar kelak mampu menjadi juara-juara dunia," jelasnya.
 
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 digelar dari Pekanbaru hingga Kudus. Tercatat sebanyak 5,957 bibit pebulutangkis mengikuti tahap seleksi yang dipantau langsung Tim Pencari Bakat. 
 
Tim tersebut merupakan para legenda bulutangkis Indonesia. Dalam tahap seleksi pun mengalami peningkatan yang cukup pesat dibanding peserta pada tahun sebelumnya, yakni 4,058 peserta.
 
Final Audisi yang berlangsung di GOR Djarum yang memiliki luas 29.450 m2 ini bakal mempertemukan 221 peraih Super Tiket dari Pekanbaru, Balikpapan, Manado, Purwokerto, Surabaya, Cirebon, Solo Raya, dan Kudus. 
 
Dengan kualitas terbaik yang dihasilkan dari tiap kota, Final Audisi Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 menjanjikan lahirnya bibit pebulutangkis berkualitas super yang diharapkan mampu menjadi penerus tradisi juara dunia bagi Indonesia.


(Eka )



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats