Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 06 September 2018 08:11 WIB

Fadli Tatap Optimis Usai Transformasi

Solo, HanTer - Salah satu pebalap motor andalan Indonesia yang kerap berkiprah di pentas internasional, Muhammad Fadli menaruh rasa optimis tinggi jelang keikutsertaannya kali pertama pada ajang Asian Para Games 2018 yang berlangsung di Jakarta, 6 -13 Oktober mendatang.

Kali ini ia akan berjuang membela Merah Putih bukan lagi untuk adu cepat balap motor. Melainkan bertransformasi sebagai atlet Paracycling di ajang Asian Para Games yang notabene di ikuti para atlet berkebutuhan khusus di tingkat Asia dengan bertempur pada klasifikasi C4.

Dimana C4 merupakan klasifikasi yang diperuntukkan kepada atlet dengan amputasi kaki di bagian bawah dan menggunakan alat bantuan pada kaki tersebut. Itu merupakan klasifikasi yang akan dijalani Fadli pada Asian Para Games ini.

Transformasi Fadli terjun pada olahraga disabilitas, khususnya di tingkat Asia bertajuk Asian Para Games kali ini tak lepas akibat insiden yang dialami pada balap motor seri 2 Asian Road Racing Championship (ARRC), di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Juni 2015. 

Saat Fadli berhasil merebut juara pertama race-2 kelas super sport 600cc, ia ditabrak oleh pebalap Thailand, Jakkrit Sawangswat selepas melewati garis finish. Insiden itu pun membuat lutut kirinya di amputasi setelah 6 bulan perawatan kakinya tak kunjung membaik.

Namun nasi telah menjadi bubur. Karirnya di dunia balap motor pada pentas internasional harus dikubur dalam-dalam. Kendati begitu, ia tidak patah arang. Seiring berjalannya waktu Fadli mendapatkan solusi dengan berjuang untuk Merah Putih bersama tim Paracycling Indonesia.

"Awalnya wajar (pasca kecelakaan -red) tapi akhirnya tidak menyangka bisa seperti ini. Tapi dari awal saya tahu balap motor memang punya resiko besar. Dan yang saya syukuri, nyawa saya tertolong. Dan alhamdulillah setelah menjadi cacat, ternyata kesempatan lebih melebar," kata Fadli saat ditemui di kantor NPC Solo, Rabu (5/9/2018).

Fadli mengaku jalannya bisa sampai ke NPC dan menjadi atlet Paracycling tak lepas dari dukungan sejumlah pihak, termasuk Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), 2017 silam. Kemudian pada akhirnya ia berkesempatan tampil di kejuaraan multi event bertajuk Asian Para Games 2018.

Dalam gelaran multi event kali ini, Fadli pun mematok untuk mendapatkan prestasi terbaik. "Target pribadi tentu ingin yang terbaik. Dari tim Paracycling sendiri menargetkan perunggu, tapi saya ingin lebih, dengan latihan yang selama ini saya dapatkan," ujar dia.

Tetapi tidak mudah untuk menggapai iti karena ia harus mengalahkan para pesaing, khususnya dari tiga negara kuat seperti China, Iran serta Malaysia yang akan menjadi lawan terberat pada cabang paracycling di Asian Para Games kali ini. 

Untuk itu ia pun akan terus gigih berlatih demi mengggapai mimpi tingginya sekaligus mengibarkan Merah Putih pada perhelatan akbar olahraga empat tahunan disabilitas tingkat Asia di kandang sendiri. 


(Eka )



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats