Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 15 Juli 2018 10:12 WIB

Menanti Siklus Dua Dekade

Moskow, HanTer - Banyak mitos berhasil dipertahankan dalam gelaran Pildun 2018 Rusia. Diantaranya kegagalan tim asal Amerika untuk mendulang kuasa ketika bermain didataran Eropa. Mitos lainnya yang bertahan sejauh ini ialah kontribusi pemain Inter Milan yang kerap mewakilkan pemainnya di setiap partai final kejuaraan akbar sepakbola sejagat empat tahunan.

Itu dimulai pada Pildun 1982 yang berlangsung di Italia. Semenjak saat itu hingga sekarang, pemain Inter Milan kerap hadir di partai puncak. Seperti yang terlihat kali ini. Dua pemain Nerazzurri, julukan Inter akan tampil di partai final Pildun Rusia 2018 dengan memperkuat kesebelasan Kroasia. Kedua pemain itu ialah Marcelo Brozovic dan Ivan Perisic.

Kini tinggal satu mitos yang belum terbukti kekuatannya. Yakni lahirnya juara baru dalam dua dekade atau per 20 tahun. Bila menilik siklus tersebut, digadangkan Kroasia akan keluar sebagai juara ketika berhadapan dengan Perancis pada partai final yang berlangsung di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (15/7/2018) malam WIB.

Jika berkaca dan merunut kepada mitos, maka Kroasia berpeluang besar merasakan manisnya mengangkat trofi Pildun 2018 yang berlangsung di Rusia. Karena sejak berpartisipasi pertama kali pada 1998, tim asal Balkan belum mampu menorehkan prestasi tertinggi. Catatan terbaiknya ialah menduduki peringkat tiga 20 tahun silam usai melumat Belanda 2-1.

Saat itu langkah Kroasia sebagai tim kuda hitam terhenti di semifinal setelah dibungkam tuan rumah Perancis 2-1. Itu menjadi sebuah memori yang tak terlupakan. Selain menjaga mitos siklus 20 tahunan, Vatreni, julukan Kroasia, juga bertekad menuntaskan luka lamanya itu. 

Siklus dua dekade ihwal juara baru Piala Dunia sendiri dimulai tahun 1958. Ketika itu, Brasil jadi juara untuk pertama kalinya, setelah di final mengalahkan tuan rumah Swedia 5-2. Saat itu Selecao juga mematahkan dominasi Uruguay, Italia, dan Jerman Barat, yang sebelumnya bergantian jadi juara sejak 1930.

20 tahun berselang, juara baru kembali muncul pada Piala Dunia 1978. Kali ini, Argentina yang muncul ke permukaan. Ketika itu di final mereka mengalahkan Belanda 3-1. Selanjutnya siklus kembali menunjukkan bukti ketika Perancis memenangkan trofi Piala Dunia di tahun 1998 usai membungkam Brasil tiga gol tanpa balas.

Zlatko Dalic selaku juru taktik Kroasia pun berharap siklus tersebut bertahan dan tentu itu menjadi keuntungan spesial bagi mereka. Untuk itu ia meminta kepada anak asuhnya agar tetap fokus dan waspada ketika menjalani perhelatan kontra Perancis. Ia juga tak menyangkal laga nanti sebagai wujud membalaskan dendam mereka kala gagal ke final pada Pildun 1998.

Saat itu Kroasia ditekuk Perancis 2-1 melalui gol yang diborong bek lawan, Lilian Thuram. Dalic mengaku bahwa ia menyaksikan pil pahit tersebut. Dimana saat itu dia menonton laga tersebut di tribun stadion sebagai suporter Vatreni yang diperkuat Davor Suker cs.

"Tentu, semua orang di Kroasia selalu mengingat Lilian Thuram dan skor 2-1 itu. Hal itu telah menjadi pembicaraan pendukung kami dalam 20 tahun terakhir. Sekaranglah kesempatan kami untuk menuntaskannya," tegas dia.
 
JADWAL PERTANDINGAN
HARI/TGL: Minggu, 15 Juli 2018
WAKTU: 22.00 WIB
LIVE: TransTV
TEMPAT: Luzhniki Stadium
 
3 LAGA TERAKHIR PERANCIS 
30/06/2018*Perancis*4 - 3*Argentina
06/07/2018*Uruguay*0 - 2*Perancis
11/07/2018*Perancis*1 - 0*Belgia
 
3 LAGA TERAKHIR KROASIA
02/07/2018*Kroasia*1 - 1*Denmark
08/07/2018*Rusia*2 - 2*Kroasia
12/07/2018*Kroasia*2 - 1*Inggris
 
PERTEMUAN KEDUA TIM
28/05/2000*Kroasia*0 - 2*Perancis
18/06/2004*Kroasia*2 - 2*Perancis
30/03/2011*Perancis*0 - 0*Kroasia


(Eka )



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats