Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 13 April 2018 22:04 WIB

Menpora Buka Liga Santri Nusantara 2018 dari Ujung Lampung

Pesisir Barat, HanTer - Menpora Imam Nahrawi secara resmi membuka kejuaraan sepak bola Liga Santri Nusantara (LSN) 2018, di mana tahun ini lokasi pembukaan berbeda dengan sebelumnya tepatnya di ujung barat, Provinsi Lampung yaitu Krui, Pesisir Barat, Jumat (13/4/2018) sore.
 
Krui merupakan salah satu kota yang keberadaannya di dekat perbatasan antara Lampung dengan Bengkulu. Untuk menuju lokasi tersebut dari Bandar Lampung membutuhkan waktu lebih dari tujuh jam menggunakan kendaraan darat termasuk menembus hutan Bukit Barisan.
 
Pembukaan LSN 2018 ditandai dengan tendangan bola oleh Menpora Imam Nahrawi yang didampingi oleh Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal sebelum pertandingan antara Ponpes Miftahurohmah Pesisir Barat melawan Ponpes Midhatlul Ulum Pesawaran.
 
"LSN lahir ide dasarnya bahwa santri adalah komunitas kader yang dilatih mental dan spiritual. Tapi mereka juga banyak mempunyai kemampuan olahraga seperti halnya sepak bola. Kalau dipoles maka akan produktif," kata Menpora Imam Nahrawi.
 
Terkait dengan Krui, pria kelahiran Bangkalan Madura ini menegaskan jika daerah ini banyak lahir tokoh besar termasuk istri sang Proklamator, Soekarno yaitu Fatmawati. Krui saat itu masih masuk Karesidenan Bengkulu bukan seperti saat ini.
 
Laporan yang disampaikan ketua penyelenggara LSN 2018, Harianto Oki mengatakan untuk Lampung ada dua subregional yaitu Lampung 1 dan Lampung 2. Untuk Lampung 2 dipusatkan di Krui dan diikuti oleh 20 pondok pesantren dan pertandingan mulai Sabtu (14/4/2018) hingga Kamis (19/4/2018).
 
"Ini adalah kick off LSN tahun ini. Setelah itu akan dilakukan secara berurutan untuk daerah lain. Seperti Subregion Lampung akan digelar setelah lebaran. Adapun total peserta tahun ini adalah 1.024 pondok pesantren," katanya.
 
Sementara itu, Bupati Pesisir Agus Istiqlal mengatakan Krui mengatakan dengan digelarnya LSN diwilayahnya diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda potensial yang akhirnya mampu menjadi tulang punggung tim nasional Indonesia. "Sepak bola Kamerun terkenal karena ada Roger Milla. Harapan kami juga seperti itu. Dengan LSN, Krui bisa dikenal seperti itu," katanya.
 
Agus Istiqlal menjelaskan, potensi olahraga di Krui memang cukup besar. Namun, banyak tantangan yang harus dihadapi yang diantaranya masalah infrastruktur. Harapannya dapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.
 
Krui selain sepak bola juga menjadi salah satu destinasi wisata laut yang salah satunya adalah Pantai Labuan Jukung. Di pantai tersebut juga menjadi daya tarik sendiri bagi atlet olahraga selancar mengingat ombak yang ada cukup tinggi.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats