Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 10 April 2018 22:55 WIB

Klaim Kesulitan Cari Pemain Tinggi, Perbasi Pilih Naturalisasi Dibawah Usia 16 Tahun

Jakarta, HanTer - Pengurus Besar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PB Perbasi) berniat akan melakukan proses naturalisasi pemain asing guna membentuk sebuah kekuatan Timnas Bola Basket Indonesia yang cukup tangguh, dimana hal tersebut dilakukan sebagai sebuah solusi akan tuntutan Timnas Basket Indonesia guna bermain di kejuaraan bola basket dunia, 2023 mendatang. 
 
Ketua Umum PB Perbasi Danny Kosasih mengatakan faktor fisik yang kurang tinggi para pemain Indonesia menjadi sebuah hambatan besar bagi Timnas Basket tanah air guna menjaga peluang berpartisipasi di Kejuaraan basket dunia (FIBA 2023). Alhasil pihaknya pun akan melakukan sebuah langkah dengan menaturalisasi beberapa pemain demi menjaga kans tampil di FIBA 2023. 
 
"Seperti yang saya sampaikan bahwa kita pasti menjadi tuan rumah (FIBA World Cup) 2023. Tapi kan tidak pasti langsung menjadi peserta. Persyaratan dari FIBA adalah kita harus lolos ke FIBA Asia 2021. Jadi itu yang coba kami usahakan," kata dia di Kantor KOI, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018) malam. 
 
"Naturalisasi? Pemain kami di Indonesia tidak cukup tinggi. Saya sudah keliling paling mentok dua meter. Padahal kalau kita lihat beberapa negara Asia, tingginya hampir rata 210 cm. Jadi kami berpikir bagaimana jalan terbaiknya (dengan melakukan naturalisasi)," sambung Danny.
 
Menurutnya, dalam aturan atau regulasi FIBA (federasi tertinggi bola basket dunia) setiap negara bisa melakukan proses naturalisasi dengan catatan pebasket tersebut berada dibawah usia 16 tahun. Saat ini Perbasi sendiri tengah membidik para pebasket dari Afrika untuk dilakukan tahap naturalisasi. 
 
Ada alasan khusus mengapa Afrika dan bukan Amerika. "Kalau dari kami (Perbasi), inginnya ambil dari Amerika. Tapi kan Amerika harganya sudah nggak kejangkau. Apalagi kalau pemain di usia itu sudah main bagus. Mereka pasti akan ke NCAA atau NBA. Jadi nggak mungkin," Danny menjelaskan. 
 
"Di Amerika sendiri banyak camp yang menampung orang Afrika, dilatih untuk menjadi pemain yang nantinya tampil di NBA juga. Nah pemain-pemain ini yang sedang kami lihat. Maka kita telah menawarkan mereka bagaimana untuk bermain dengan negara kami (Timnas Basket Indonesia)," papar dia.
 
Namun ia tidak ingin menutup kesempatan terhadap pebasket tanah air guna tampil bersama Timnas. Perbasi pun terus membuka diri untuk  menampung pebasket lokal apabila mempunyai kriteria yang diinginkan, yakni dengan postur 2 meter keatas. "Tidak mengurangi rasa hormat, kalau ada anak-anak Indonesia yang tinggi, ayo tawarkan. Saya akan lihat supaya saya bisa pakai," ujarnya. 
 
Selain itu, Perbasi juga akan melakukan sebuah terobosan dengan memberikan aturan tegas kepada klub-klub yang akan melakukan sebuah turnamen bertaraf Kejurnas. "Mulai Desember ini Perbasi mengadakan satu gerakan yang tidak nyaman buat pengprov-pengprov. Tapi saya harus katakan ini. Saya minta pada kejurnas U18  nanti, setiap tim harus punya pemain minimal tingginya 191an. Kalau 190 tidak usahh ikut Kejurnas. Ini sebagai pemacu," pungkas Danny. 


(Eka)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats