Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 15 Maret 2018 00:39 WIB

Pemerintah Kaji Ulang Naturalisasi

Jakarta, HanTer - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan mengkaji ulang terkait persyaratan untuk melakukan naturalisasi pemain di setiap cabang olahraga. Sejumlah aspek menjadi landasan terkat hal itu. Diantaranya dengan memberikan kesempatan penuh bagi pemain muda potensial yang dimiliki Indonesia.
 
Hal tersebut dikatakan Menpora Imam Nahrawi usai menghadiri jumpa pers Okky Splash Youth Soccer di Media Center Kemenpora, Jakarta, Rabu (14/3/2018) kemarin. Menurut dia, banyaknya bibit muda potensial harus diberdayakan dengan baik, khususnya oleh federasi dalam hal ini PSSI. Itu tak lepas pasca dikontraknya Egy Maulana Vikri ke klub asal Polandia dan keberhasilan Timnas U-16 menjuarai turnamen Jenesys Cup 2018 yang berlangsung di Jepang beberapa waktu lalu. 
 
"Tentu kita bangga dan bersyukur, kita telah mendapat kabar baik dari usia muda. Kemarin U16 berhasil juara di Jepang dan Egy juga menjadi kabar baik bagi kita. Saya berharap anak Indonesia terus memberikan yang terbaik. Dan ini menjadi kewajiban bagi federasi. Bahwa kompetisi, festival, turnamen itu harus mendapat fasilitas," kata Imam.
 
Meski pemain usia muda banyak menuai prestasi, namun saat ini masih banyak pemain yang masuk dalam proyeksi untuk dinaturalisasi guna memperkuat Timnas Senior. Melihat hal itu, lanjut Imam, Kemenpora pun akan mengkaji ulang dengan selektif apabila ada sebuah wacana untuk melakukan naturalisasi pemain luar menjadi WNI.
 
Kajian itu terpenting ialah mengenai usia produktif seorang atlet naturalisasi bersama cabang olahraga yang dibelanya. Karena bila tidak, maka proses tersebut akan menjadi sia-sia termakan usia. Seperti sepakbola. Ia menilai usia produktif di olahraga si kulit bundar harus berkisar di usia 20 tahun.
 
"Pemerintah terus terang tidak anti dengan naturalisasi. Tapi melihat pandangan yang berkembang di rapat-rapat DPR, selalu mengingatkan saya bahwa rekruitmen atau usulan naturalisasi itu harus betul-betul selektif. Dalam konteks olahraga, maka naturalisasi yang diusulkan harus berusia produktif," jelas dia. 
 
"Dalam konteks olahraga, maka naturalisasi yang diusulkan harus berusia produktif. Dan memberikan nilai tambah bagi kekuatan Timnas. Diluar itu, muncul nama-nama yang pernah di usulkan oleh pemerintah untuk dinaturalisasi. Tapi sekarang dimana, dan seperti apa tentu itu yang menjadi beban kita. Karenanya sekali lagi kami harus hati-hati, selektif dan sebisa mungkin di usia produktif yang bisa kita usulkan untuk dinaturalisasi," papar Imam. 


(Eka)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats