Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 10 Maret 2018 02:09 WIB

Tundukkan Pacific Caesar di Laga Pertama, Satu Kaki Stapac di Empat Besar

Surabaya, HanTer - Meski berperan sebagai tamu dan berlaga di depan ribuan fans Pacific Caesar Surabaya, Stapac Jakarta sukses meraih kemenangan pertama di babak playoff Divisi Putih Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Pertalite 2017/18 yang berlangsung di DBL Arena, Surabaya, Jumat (9/3/2018) malam dengan skor 77-69.
 
Melalui kemenangan itu membuat Stapac untuk sementara unggul 1-0 di playoff yang berformat "best of three" itu. Artinya, hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke babak semifinal.
 
Dominique Williams menjadi yang terbaik di kubu Stapac dengan membuat 24 poin, sembilan rebound dan empat assist di partai tersebut. Sementara kompatriotnya Kore White menorehkan "double-double" dengan 19 poin, 14 poin dan tiga assist.
 
Di kubu Pacific Caesar, David Seagers mecatatkan perolehan tertinggi dengan 33 poin, tujuh rebound dan tiga assist. Anton Waters menjadi yang terbaik kedua di timnya dengan 14 poin, 13 rebound dan satu assist.
 
Dalam sesi jumpa pers pasca laga, asisten pelatih Stapac Jakarta Antonius Ferry Rinaldo, mengatakan bahwa timnya bertekad untuk mengakhiri babak ini lebih cepat sehingga mendapatkan istirahat yang cukup jelang babak semi final. ""Kami ingin menang agar bisa istirahat lebih cepat," ucap Antonius Ferry Rinaldo,
 
Melakoni laga kedua, Stapac lebih diuntungkan karena situasi tim Pacific Caesar yang "pincang", pasalnya di laga kedua, tuan rumah dipastikan tampil tanpa center asal Amerika Serikat (AS) Anton Davon Waters yang menjadi senjata andalannya, lantaran terkena "ejected" atau diusir wasit setelah melakukan masing-masing satu kali "technical foul" dan "unsportsmanlike foul" dipertandingan pertama playoff.
 
Asisten pelatih yang akrab disapa Inal itu mengatakan kepada para anak asuhnya untuk tetap fokus dan tidak terpancing emosi saat melakoni laga pertamanya. "Pelatih kami, Ramos Geraldo Villalon sebelumnya mengingatkan para pemain agar tidak terpancing emosinya. Namun akhirnya malah Anton Waters yang emosi," kata Inal.
 
Inal juga memberikan apresiasi kepada Andakara Prastawa cs, lantaran tampil sesuai dengan skema permainan. "Anak-anak bermain sesuai dengan strategi yang direncanakan. Mereka berhasil membatasi pergerakan dua pemain asal AS andalan Pacific yakni point guard David Seagers dan Anton Waters. Bahkan pemain lokal mereka seperti Nuke Saputra juga tidak banyak berkontribusi," tutur Inal.
 
Sementara itu, Pacific Caesar bertekad menaklukkan Stapac di laga kedua meski tanpa center impor Anton Waters yang disanksi larangan tampil satu laga. "Kami harus tampil maksimal meski tanpa Anton Waters," ucap pelatih Pacific Kencana Wukir.
 
Selain ketiadaan Anton Waters, Kencana Wukir menyebut kekurangan lain timnya adalah masih banyak melakukan kesalahan atau "turn over". "Kami membuat 15 kali turn over di laga tadi, terbanyak di musim ini. Meski demikian saya mengapresiasi para pemain yang berjuang sampai akhir," tutur pelatih yang akrab disapa Kiki itu.
 
Sedangkan point guard Pacific Caesar Surabaya David Seagers menegaskan bahwa timnya mau tidak mau harus tampil maksimal di laga kedua playoff. "Kami harus melakukan yang lebih baik. "Do or die". Saya pun akan berusaha tampil lebih bagus," kata Seagers.
 
Laga kedua playoff Divisi Putih akan digelar pada Sabtu (10/3) di DBL Arena, Surabaya mulai pukul 19.00 WIB. Hermansyah


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats