Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 21 Februari 2018 23:02 WIB

Kalah Lagi dari Mono Vampire, Pelatih CLS akan Mempersiapkan Kerangka Tim untuk Musim Depan

Surabaya, HanTer - CLS Knights Indonesia kembali harus menelan pil pahit kekalahan saat menjamu Mono Vampire dalam lanjutan ASEAN Basketball League (ABL) 2017-2018, ketika berlangsung di GOR Kertajaya, Surabaya, Rabu (21/2/2018), dengan skor akhir 80-86.
 
Hasil ini makin memperbesar catatan buruk tim yang kali pertama mentas di ajang ini, sekaligus merupakan kekalahan keempat beruntun CLS, setelah mengemas dua kemenangan beruntun yang didapat masing-masing dari Formosa Dreamers dan Westports Malaysia Dragons sebelumnya, sehingga dari rekor 15 kali bertanding, baru tiga kali merasakan kemenangan.
 
Dalam persaingan di ajang ini menajemen CLS Knights Indonesia memiliki pekerjaan rumah yang berat. Pasalnya, kekalahan dari laga-laga sebelumnya, terlebih dulu tim asal Surabaya tersebut kerap memimpin di tiga kuarter, namun kerap terjadi penurunan performa di kuarter terakhir sehingga menimbulkan efek yang negatif.
 
Seperti halnya pada laga melawan Mono Vampire ini. CLS sempat berada diatas angin diawal pertandingan. Di mana dua tembakan tiga angka Shane berhasil menjadi pemicu kemenangan sementara dikuarter awal dengan skor 20-14. Bahkan kuarter berikutnya masih menjadi milik anak-anak Surabaya. 
 
Mono Vampire hampir saja bisa mengejar saat mereka bisa mempersempit jarak angka hanya menjadi satu setengah bola saja (24-27). Untungnya momentum segera didapatkan kembali oleh para pemain CLS Knights, saat slam dunk Shane Edwards hasil assist Brian Williams menjelang babak pertama usai, mempertegas dominasi CLS sekaligus menutup babak pertama denga skor 37-30.
 
Kuarter ketiga akhir Mono Vampire mendapatkan momentum, bahkan berbalik unggul 60-57. Hilangnya Brian Williams dipertengahan kuarter ketiga (mengalami cedera pada bibir) dan gemilangnya pemain lawan Paul Christian Zamar menjadi penyebab CLS Knights tidak dapat menjaga margin kemenangannya.
 
Meski CLS mampu melesatkan empat kali tembakan angka (satu Keith Jensen dan tiga kali Mario Wuysang), nyatanya Zamar lah yang menjadi penentu kebangkitan Mono Vampire, lewat total 13 angka yang dibuatnya pada kuarter ini.
 
Sempat terjadinya kejar mengejar angka yang rapat dikuarter keempat, akhirnya perlawanan gig