Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 17 Februari 2018 07:21 WIB

Piala Presiden 2018; Aspek Transparansi `Menyentil` Federasi

Jakarta, HanTer - Turnamen pra-musim bertajuk Piala Presiden tahun ini telah mencapai puncaknya, Sabtu (17/2/2018) ini.

Selepas renovasi, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pun turut dihadirkan untuk menjadi saksi perhelatan yang menilik kepada empat aspek penting dalam perhelatan olahraga `si kulit bundar`.

Empat aspek, diantaranya dengan menjunjung tinggi fairplay, transparansi, mendongkrak prestasi serta membangun ekonomi kerakyatan bagi masyarakat di setiap venue pertandingan.

Kesemua, tentu sudah tak asing dengan kampanye yang digelorakan stakeholder olahraga, termasuk PSSI selaku induk tertinggi sepakbola tanah air dalam mengelola sebuah kompetisi berjenjang.

Tetapi, reward khusus patut di acungkan dua ibu jari terhadap Steering Committe (SC) yang berada di bawah tanggung jawab Maruarar Sirait.

Kendati mempunyai latar belakang sebagai politisi, ia sangat antusias untuk menggelar Piala Presiden kali ketiga sejak 2015.

Tak lain melalui mandat Presiden Joko Widodo, ia ingin turut serta memajukan industri sepakbola tanah air dengan gagasan yang dimiliki.

Terkhusus mengenai transparansi. Hal itu benar-benar menjadi sebuah konsen utama dalam Piala Presiden di luar tiga aspek lainnya.

Itu terlihat ketika sejak dimulainya fase penyisihan grup sampai menginjak final. Tidak ada keluhan dari 16 kontestan yang berpartisipasi.

Begitu pun dengan keuntungan yang didapat di setiap pertandingan. Menggandeng badan audit ternama, Pricewaterhouse Coopers (PwC) menjadi sebuah bukti bahwa Piala Presiden sangat menjunjung tinggi lini transparansi.

"Kita disini main data. Kita tak boleh lagi main intrik. Semua harus pakai data yang terukur," kata Ara, sapaan karib Maruarar dalam sambutannya saat technical meeting babak final di Sultan Hotel Jakarta, Kamis (15/2/2018) lalu.

Melihat hal itu, tentu saja apresiasi tinggi patut diberikan Panpel Piala Presiden 2018. Pasalnya, berkaca pada kompetisi seperti Liga 1 atau turnamen lain di pentas domestik, lini transparansi kerap tak akuntabel.

Alhasil berbagai pertanyaan maupun kritikan muncul mengenai lini tersebut dari berbagai pihak, baik pemerintah, klub, pemerhati maupun kalangan pecinta bola tanah air terhadap federasi.

Dimana sampai saat ini belum adanya sebuah evaluasi menyeluruh khususnya mengenai transparansi anggaran kompetisi Liga 1 musim lalu. 


(Eka Putra)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats