Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 11 Februari 2018 22:34 WIB

Tim Poomsae Indonesia akan Gunakan Musik Tradisional saat Asian Games 2018

Jakarta, HanTer - Tim taekwondo kategori poomsae (artistik) Indonesia, akan memakai musik tradisional Indonesia saat tampil di multi event Asian Games 2018 Indonesia pada Agustus mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI), Rahmi Kurnia, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu (11/2/2018).
 
"Tim poomsae Indonesia, akan memilih lagu tradisional Indonesia saat berlaga di Asian Games 2018 mendatang dalam gerakan freestyle," kata Rahmi Kurnia.
 
Hal tersebut, kata Rahmi, tak lepas dari ketentuan nomor poomsae yang untuk pertama kalinya dipertandingkan di Asian Games 2018 dan berbagai hal yang baru diperkenalkan, akan dipertandingkan di ajang ini. Hal yang baru tersebut adalah dipertandingkan new poomsae di mana atlet dituntut memperagakan jurus yang lebih banyak gaya bertarung dibandingkan dari poomsae tradisional (recognise).
 
Selanjutnya, sistem penilaian gerakan atlet yang sebelumnya memperagakan gerakan satu arena satu atlet untuk nomor perorangan, di 2018 ini, akan dipertandingkan satu arena, dua atlet. "Selain itu ada ketentuan dari fase peyisihan hingga final, kita memakai gerakan berbeda di setiap fase, mulai recognize, new poomsae, hingga freestyle. Dengan pertandingan model begitu, maka fisik atlet sangat penting sekali ada peningkatan power dan kecepatan, serta tingkat teknik kesulitannya," ucap Rahmi.
 
Tim poomsae sendiri mengikuti turnamen uji coba (test event) bertajuk "invitation tournament" Asian Games 2018 cabang taekwondo di JI Expo Kemayoran Jakarta, 10-11 Februari 2018. Di test event tersebut, tim poomsae berhasil menyapu bersih empat emas yang diperebutkan, masing-masing dari nomor perorangan putra melalui Muhammad Alfi Kusuma, perorangan putri melalui Defia Rosmaniar, serta emas dari tim putra dan tim putri.
 
Selepas test event, tim poomsae sendiri akan dikirim ke Korea Selatan untuk pemusatan latihan selama dua bulan yang dilanjutkan dengan ikut serta dalam Kejuaraan Asia di Vietnam (24-27 Mei), berlanjut ke kejuaraan Korea Terbuka dan Piala Kim Min-Jeong di Negeri Ginseng di bulan Juni hingga Juli.
 
Rahmi menyebut, tim poomsae sendiri memiliki kemungkinan untuk berubah saat diturunkan di Asian Games 2018 nanti, tergantung hasil pemantauan dan evaluasi di pemusatan latihan dan berbagai kejuaraan.
 
"Untuk perorangan, kemungkinan akan tetap dari pemain test event ini meski baru 60-70 persen, sedang untuk tim, kemungkinan masih bisa tambal sulam. Cara penentuannya, dilakukan pemantauan apakah para pemain masih bisa ditingkatkan atau sudah stagnan dalam setiap pertandingan," ujar Rahmi.
 
Sementara itu, pelatih poomsae Indonesia, Seung Shin Jung, menyebut pemilihan lagu tradisional Indonesia tersebut agar masyarakat Indonesia menjadi familiar saat mendukung penampilan tim poomsae tanah air, sehingga waktu Indonesia tampil, mereka merasa ikut memiliki dan ikut terlibat di dalamnya. "Agar masyarakat semakin mendukung atlet poomsae Indonesia pada saat melakukan gerakan, akhirnya tim juga akan memberikan yang terbaik," kata Seung.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats