Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 10 Desember 2017 07:05 WIB

SDI Indikator untuk Mengukur Hasil Pembangunan Olahraga

Bogor, HanTer - Kedeputian Pembudayaan Olahraga Kemenpora RI menggelar penyusunan pengukuran untuk Sport Development Indeks (SDI) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2017) yang dibuka oleh Sekretaris Deputi Bambang Laksono.
 
Kegiatan ini dikatakan penting untuk dilakukan, lantaran sebagai salahsatu indikator untuk mengukur hasil pembangunan olahraga, seperti olahraga lingkup prestasi, lingkup pendidikan serta rekreasi.
 
Dalam sambutannya, Bambang Laksono menuturkan bahwa program ini merupakan dasar untuk menentukan sejauh mana kebugaran masyarakat Indonesia, sehingga dengan melakukan tes akan diketahui indeks kebugaran masyarakat Indonesia.
 
"Setelah melakukan tes kemudian kita bisa melangkah dengan membuat program-program. Misalnya hasil tes terlihat indeksnya kurang, kita bisa membuat program yang memang benar menyentuh masyarakat, lantas kita tes lagi untuk melihat terjadinya peningkatan. Ini merupakan dasar dari kita untuk melangkah membuat suatu program," ucapnya.
 
Sementara itu, Guru besar Universitas Sebelas Maret Surakarta, Prof. Dr. Agus Kristiyanto, M. Pd, mengatakan pengukuran tersebut sangat bisa dipertanggungjawabkan, karena menurutnya membangun olahraga harus ada indikatornya.
 
"Selama ini SDI merupakan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk membangun olahraga secara berproses melalui empat dimensi indeks, seperti partisipasi, kebugaran, ruang terbuka serta dimensi sumber daya manusia keolahragaan," tutur Prof. Dr. Agus Kristiyanto, M. Pd selaku narasumber program tersebut. 
 
Sebuah Kota/Kabupaten atau negara dikatakan maju pembangunan olahraganya, lanjut Prof. Dr. Agus, jika keempat indeksnya tinggi, sehingga bisa digunakan untuk melihat pertumbuhan pembangunan olahraga dari masa ke masa berdasarkan empat indikator tersebut.
 
"Keempat dimensi tersebut amatlah penting, namun kaitannya terhadap iklim untuk pembudayaan olahraga maka diantara empat itu yang kuat relevansinya adalah partisipasi dan kebugaran," tambahnya.
 
Terkait kebugaran memiliki segmen yang terdiri dari anak-anak, remaja serta dewasa lanjut usia. Prof. Dr. Agus menuturkan bahwa setiap segmen tersebut memiliki kualitas kebugaran yang berbeda.
 
"Kebugaran itu sangat penting kaitannya dengan masadepan bangsa, karena itu berhubungan dengan persoalan produktifitas, pasyen serta relasi sosial, bukan hanya dibutuhkan untuk berprestasi dicabang olahraga saja, namun menyangkut persoalan intangible aset pembangunan yang utamanya adalah kebugaran," terangnya.
 
"Kebugaran itu menjadi titik tumpu. Begitu kebugaran tidak ada, maka akan mengganggu yang lainnya dan kesehatan menjadi lebih mahal, produktifitas menurun,kemudian tingkat kegairahan bahkan relasi sosial juga akan kendor," pungkasnya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats