Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 06 Desember 2017 13:50 WIB

Mayoritas Pemilik Suara Dukung Trimedya Memimpin Gulat 2018-2022

Jakarta, HanTer - Musyawarah Nasional untuk menentukan pemimpin baru cabang olahraga gulat masa bakti 2018-2022 akan berlangsung di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, pada Senin hingga Rabu (11-13/12/2017) mendatang. Munas PP PGSI 2017 ini akan diikuti perwakilan dari 22 Pengprov, dari 28 Pengprov PGSI di seluruh Indonesia.
 
Sebanyak enam pengprov diketahui sudah habis masa kepengurusannya dan belum diperpanjang, sehingga kehilangan hak suara untuk memilih. Dari 22 pengprov yang memiliki hak suara, sebagian besar memberikan dukungannya kepada Trimedya Panjaitan, dengan menyampaikan formulir dukungan pencalonannya.
 
Pendukung Trimedya Panjaitan menilai jika dirinya sebagai figur yang paling cocok untuk memimpin kepengurusan periode selanjutnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Pengprov PGSI Jateng, Andreas Budi Wirohardjo SE, MA.
 
"Pilihan kami sudah jelas, pak Trimedya Panjaitan. Tentunya kami harus menetapkan pilihan kepada figur yang sejalan dengan visi dan misi kami," tegas Andreas Budi selaku Ketum Pengprov PGSI Jateng periode 2015-2018 itu, Rabu (6/12/2017).
 
Andreas juga menyatakan bahwa PP PGSI tak hanya harus memilih sosok yang punya kecintaan luar biasa pada gulat dan sekaligus siap mengorbankan waktunya untuk mengurusi organisasi gulat nasional. "PP PGSI juga membutuhkan figur yang benar-benar mampu menjadi problem-solving bagi permasalahan mendasar dan utama yang dirasakan selama ini, yakni krisis kepemimpinan," jelas Andreas Budi Wirohardjo.
 
Ia menambahkan, Trimedya Panjaitan bukan hanya terbukti sudah berpengalaman dalam memimpin banyak organisasi, akan tetapi juga mumpuni untuk melakukan penggalangan dana untuk kebutuhan PP PGSI. "Kami percaya penuh pada beliau," tutur Andreas. "Pak Trimedya mampu menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah dan dunia usaha. Kami tak meragukan itu," tambahnya.
 
Kepemimpinan Andreas Budi Wirohardjo di Pengprov PGSI Jateng sendiri banyak menuai pujian karena keberhasilannya dalam mengangkat pamor gulat Jateng ke tingkat nasional. Pengprov PGSI Jateng bahkan suskes menggelar Liga Gulat yang melibatkan berbagai kelompok usia. Event yang digelar setiap tahun ini diyakini akan lebih mendorong dan memacu prestasi pegulat Jateng ke tingkat nasional dan bahkan regional, mengejar keberhasilan dari Pengprov Kaltim, Kalsel, atau Jatim. 
 
Terkait dengan pilihannya kepada Trimedya Panjaitan untuk memimpin PP PGSI 2018-2022, Andreas Budi Wirohardjo secara terbuka juga menyatakan bahwa nama Trimedya Panjaitan sudah langsung disebut oleh Menpora Imam Nahrawi saat mereka bertemu awal November 2017 lalu. "Waktu itu pak Imam bertanya, siapa yang akan memimpin PGSI? Saya cerita, dan pak Menpora bilang, pak Trimedya saja," papar Andreas Budi Wirohardjo.
 
"Pak Gubenur juga sudah berpesan, Jateng bersama pak Trimedya," tegas  Andreas Budi Wirohardjo, mengutip hasil pertemuannya dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. 
 
Dukungan dan pernyataan senada sebelumnya disampaikan Ketum Pengprov PGSI DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa, serta pimpinan puncak dari beberapa pengprov lainnya, termasuk H.M.Said Amin, SH dari Pengprov PGSI Kaltim dan Rajamin Sirait, SE, dari Pengprov PGSI Sumut.
 
"Kesediaan pak Trimedya Panjaitan memimpin PP PGSI 2018-2022 harus kita apresiasi. Pak Trimed itu orang sibuk, tetapi selama ini mampu menyediakan waktu untuk memimpin beberapa organisasi sekaligus, Track-record atau rekam jejaknya juga luar biasa. Kita tak perlu lagi memilih beliau, bahkan saya sangat setuju kalau beliau kita tetapkan saja sebagai Ketum PP PGSI 2018-2022 secara aklamasi," demikian disampaikan Rajamin Sirait.
 
Pria yang juga menjabat sebagai DPD Partai Berkarya Sumut ini berpendapat kepengurusan PP PGSI 2018-2022 harus diisi oleh figur-figur yang tak hanya mau dan mampu menyediakan waktu, akan tetapi juga memiliki akses atau jaringan yang l sas, baik dengan pemerintah atau dunia usaha. "Pak Trimed memenuhi semua persyaratan itu," tegas Rajamin.
 
Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov PGSI Kaltim Sumarlani menyatakan, kepengurusan PP PGSI 2018-2022 harus belajar banyak dari kepengurusan sebelumnya, terutama dalam menumbuhkan harmonisasi dengan daerah atau provinsi. "Terus terang saja kami kecewa dengan kepengurusan yang lalu. Kaltim ini sejak dulu menjadi salah satu barometer kekuatan gulat nasional, akan tetapi kami kurang diakomodir oleh pusat," kata Sumarlani.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats