Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 05 Desember 2017 23:44 WIB

PRSI Ingin Puasa Gelar 28 Tahun Berakhir

Jakarta, HanTer - Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) bertekad untuk mengakhiri paceklik gelar selama 28 tahun dalam perhelatan Asian Games. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PB PRSI Anindya Novyan Bakrie yang mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembukaan CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (5/12/2017) malam, sekaligus sebagai test event Road to Asian Games 2018.
 
"Kita semua melihat dalam 28 tahun ini Indonesia paceklik gelar, sudah lama kita tak mendapatkan perunggu, perak, apalagi emas. Pada 28 tahun yang lalu itu zaman Richard Sam Bera dkk, kini tentu kita berharap mampu "pecahkan" telor tersebut," kata Anindya Novyan Bakrie.
 
Harapan tersebut, lanjut Anindya, terbuka lebar dengan adanya kandidat-kandidat "Richard Sam Berra selanjutnya" di depan mata yakni para atlet yang mendapatkan emas dalam SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia yang akan dipantau dalam ajang uji coba (test event) Asian Games 2018 bertajuk CIMB Niaga Indonesia Open Aquatic Championship 2017.
 
Diketahui, Indonesia berhasil memperoleh empat emas akuatik yang semuanya berasal dari cabang renang, melalui I Made Siman Sudartawa (50m gaya punggung putra), Triady Fauzi Sidiq (200m gaya ganti perorangan), Gagarin Nathaniel Yus (100m gaya dada putra) dan Indra Gunawan (50m gaya dada putra). "Kita berharap ada kejutan lainnya di Asian Games 2018 mendatang," ujar pria yang akrab disapa Anin itu.
 
Melalui test event ini, ujar Anin, pihaknya selain melihat atlet-atlet elit, tapi juga tengah mempersiapkan atlet pelapis yang tujuan utamanya adalah event-event internasional selepas Asian Games 2018, seperti SEA Games 2019 Filipina dan Olimpiade 2020 Jepang.
 
"Kita lihat banyak sekali perenang-perenang muda dan juga dari sektor perempuan yang berpotensi. Ada Azzahra Permatahani, dia salah satu yang terbaik. Tapi tak bisa stop di situ, harus berkelanjutan pembinaannya," ujar Anin.
 
Untuk jangka panjang, tutur Anin, PRSI berharap renang dan umumnya cabang-cabang akuatik ini bisa kembali merakyat dengan menjadi bagian kurikulum sekolah. Karena menurut dia, olahraga ini bagaimana pun juga keahlian bertahan hidup terlebih Indonesia merupakan negara kepulauan.
 
"Sehingga perlu adanya suatu gerakan sosial di mana kita bisa memasalkan renang seperti gerakan 'yuk renang yuk'. Kita ajak kerjasama pemimpin Provinsi, daerah dan untuk meminta pemilik properti, misalkan satu hari dalam tujuh hari bisa ada free satu hari masyarakat renang," ucap Anin.
 
"Di sini yang akan di ujicoba selain atlet, juga fasilitas Venue. Ini semua merupakan kecintaan luar biasa Kami, bisa menjadi tuan rumah. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik. Semoga dengan adanya Test Event ini bisa mendongkrak prestasi atlet Indonesia, hingga di Asian Games nanti Kita bisa mengharumkan nama bangsa." pungkas Anin.
 
Sementara itu, hari pertama perhelatan, Indonesia masih berusaha meraih emas. Di nomor Papan 1m putra, wakil Malaysia Muhammad Syafiq Puteh tampil gemilang menjadi juara usai mengoleksi 343.75 poin, mengungguli Ramananda Sharma dari India di tempat kedua, dan atlet Malaysia lainnya Muhammad Syahmi Rezal yang meraih perunggu.
 
Di nomor papan 3m sinkronisasi putri, duet Indonesia Maria Natalie Dinda dan Linadini Yasmin berada di posisi dua dengan nilai 217.92, kalah dari wakil Malaysia Jasmine Lai dan Kimberly Bong. Sedangkan posisi tiga di tempati Vietnam, Nguyen Vu Quynh dan Nguyen Vu Quyen.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats