Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 23 November 2017 18:39 WIB

CLS Tetap Percaya Diri meski Absennya Duke Crews

Surabaya HanTer - Jelang menghadapi dua pertandingan tandang melawan Singapura Slingers (26/11/2017) dan Mono Vampire Thailand (29/11/2017) CLS Knights Indonesia mempunyai pekerjaan rumah yang cukup berat.
 
Hal tersebut lantaran cedera yang di alami oleh Duke Crews saat menghadapi Formosa Dreamers Taiwan di game pertama kemarin. Pemain yang menjadi motor tim CLS Knights tersebut harus menepi selama kurang lebih 12 pekan, akibat cedera putus urat ligament yang dideritanya.
 
Kondisi ini sedikit berdampak mempengaruhi permainan CLS Knights khususnya dalam menghadapi dua laga tandangnya. Untungnya, Brian Williams yang juga sempat menderita cedera (spread angkle) pada game kemarin, sudah bisa kembali ke lapangan untuk berlatih bersama para pemain CLS lainnya.
 
“Tidak dapat dipungkiri hal ini sedikit menggangu skema permainan kami. Tapi apapun kondisinya CLS harus siap untuk menghadapi lawan tanpa Duke Crews. Untuk sementara saya akan menyiapkan plan B dan menunggu pengganti pemain impor yang baru. Namun saya percaya tim ini akan terus berkembang dan tidak hanya mengandalkan kepada satu atau dua pemain saja,” ucap Koko, selaku pelatih CLS.
 
Salah satu upaya untuk menutupi hilangnya Duke Crews, Koko beserta coaching staff mencoba menganalisa kekuataan dan kelemahan lawan dan memberikan masukan berdasarkan evaluasi dari pertandingan kemarin secara personal kepada seluruh pemainnya.
 
“Tugas mereka fokus untuk bermain. Saya beserta coaching staff yang akan menganalisa bagaimana meredam permainan lawan di lapangan. Siapa yang harus dimatikan dan bagaimana menghadapi skema permainan mereka. Jika para pemain saya masih belum mengerti, jangan ragu untuk bertanya dan saya akan jelaskan lagi,” lanjutnya lagi.
 
Sementara itu, Managing Partner CLS Knights Indonesia, Christopher Tanuwidjaja mengatakan akan segera merekrut pengganti Duke Crews dalam waktu dekat dan berharap para pemain tetap dalam fokus yang sama meski harus kehilangan Duke yang menjelma menjadi roh permainan tim kesayangan warga Surabaya itu.
 
Seperti diketahui, ABL mengharuskan setiap tim menggunakan dua Pemain World Import dalam setiap game, atau tim terkena denda. Untuk itu Duke Crews akan dimasukkan ke dalam “Inactive / Injured List”, dan CLS Knights wajib segera mencari penggantinya.
 
“Saya sedang mencari pengganti sementara Duke Crews, karena menurut dokter, pemulihannya bisa memakan waktu delapan sampai 12 Minggu. Kita masih mencari opini medis dari Orthopaedic lain. Fokus medis saat ini mengurangi pembengkakan secepat mungkin, menguatkan otot sekitar dan menjaga kestabilan pergerakan pergelangan kaki (ankle). Semoga dalam dua atau tiga Minggu, Duke sudah mulai bisa bersepeda statis, lalu mulai jogging,” papar Christopher.
 
Disisi lain, ABL secara resmi mengumumkan status Biboy yang resmi dianggap sebagai WNI (pemain lokal), setelah lolos pemeriksaan jumlah hari minimum menetap di Indonesia oleh Manajemen ABL, yaitu harus 1.080 hari (3 tahun). 
 
Penghitungan itu didasari dari kedua passport Biboy. Passport Filipina terdahulu (sebelum proses Naturalisasi) yang sudah tidak berlaku lagi akan digunting. Dan kini Biboy resmi menggunakan Passport Indonesia yang dikeluarkan sejak tahun 2014 saat ia menjalani proses Naturalisasi.
 
Adapun tujuan penghitungan hari menetap tersebut diberlakukan oleh ABL untuk menjaga para Pemain lokal setiap negara yangg berpartisipasi, supaya Tim yang mengikuti ABL tidak sembarangan menaturalisasi Pemain Asing menjadi Pemain Lokal.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats