Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 15 November 2017 00:27 WIB

INAPGOC Tandatangani MoU dengan Kemenpora

Jakarta, HanTer - Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) kini bisa bernafas lega untuk terus melanjutkan pekerjaannya menyiapkan sebaik mungkin perhelatan multi event empat tahunan bagi atlet penyandang disabilitas negara-negara se-Asia pada 8 sampai 16 Oktober 2018 di Jakarta. 
 
Pasalnya, pada Selasa (14/11/2017) malam, INAPGOC telah menandatangani MoU dengan Kemenpora untuk dapat menggunakan dana yang telah dikucurkan oleh Kemenkeu pada awal November lalu. Kucuran dana tersebut mencapai 85 miliar lebih, di mana pos anggaran itu melalui kantong anggaran Deputi Pembudayaan Olahraga yang dipimpin Dr. Raden Isnanta M.Pd.
 
"Kita memang mendapatkan alokasi anggaran bisa dibilang waktunya cukup ketat, maka kamipun telah bekerja dengan ketat juga dengan melakukan verifikasi dan pada malam ini pun diluar jam kerja, kita lakukan penandatanganan dalam konteks segalanya bisa cepat," kata Dr. Raden Isnanta M.Pd. pasca menyaksikan penandatanganan MoU antara Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari dengan dr Bayu Rahadian Sp.Kj selaku PPK sekaligus Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus di bawah Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora.
 
"Tentunya kita sekarang tinggal bagaimana memprosesnya di tingkat APBN dan yang terpenting adalah sesungguhnya dengan MoU ini kita sudah ada ikatan program-program apa saja yang disepakati, dilaksanakan, dibelanjakan pada tahun 2017 ini," tambah Dr. Raden Isnanta M.Pd.
 
Meski mepetnya waktu pencairan dana bagi multi event bertagline The Inspiring Spirit and Energy of Asia itu, gaung Asian Para Games 2018 harus tetap terdengar hingga kemasyarakat, sehingga gencarnya promo pun mutlak harus dilakukan dan menjadi hal yang penting.
 
"Nah, tentu kami menginginkan program-program yang paling mendesak yang harus disiapkan sekarang, tentu persiapan-persiapan seperti promo menjadi salahsatu yang penting karena masyarakat juga harus tahu dari sekarang bukan nanti pada tahun 2018, maka kita harus lakukan promo meski kecil-kecilan, karena proses lelang juga sangat terbatas sehingga tidak mungkin dilakukan, kita promo dalam konteks semampunya sampai tutup tahun 2017, nanti akan kita kuatkan lagi ditahun 2018," terang Isnanta.
 
"Kemudian jika ada hal-hal lain seperti peralatan kecil-kecil yang bisa dibelanjakan dalam tempo yang sangat singkat ini, ya dilakukan. Tapi intinya jangan terlalu nafsu harus angka ini dihabiskan, yang penting waktu yang tersisa ini dioptimalkan untuk kerja, kemudian kita juga segera menyelesaikan beberapa tagihan yang sudah dilakukan di bulan-bulan sebelumnya," pungkas Isananta.
 
Sementara itu Raja Sapta Oktohari mensyukuri dengan telah menandatangani MoU dengan Kemenpora untuk anggaran 2017. "Di tanggal 14 November ini tentunya kami sadar waktunya sangat terbatas sehingga kita akan berusaha memaksimalkan semua kebutuhan-kebutuhan yang bisa diselesaikan pada tahun 2017," ucapnya pasca penandatanganan MoU.
 
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB ISSI itu mengaku akan sangat berhati-hati dalam mengelola amanah menyukseskan Asian Para Games 2018. "Tentu kami harus sangat menjaga azas kehati-hatian dan juga tertib administrasi, sehingga kalau seandainya dananya tidak bisa terserap semua ya harus dikembalikan dan nanti pekerjaannya kita ajukan lagi di tahun 2018, karena kami sudah mendapatkan support dari Kementerian Keuangan terhadap kegiatan ini, sehingga apapun kegiatannya kita akan bangun komunikasi terus, sehingga semuanya bisa terlaksana dengan baik saat Indonesia menjadi tuan rumah event ini." ungkapnya.
 
Okto pun mengatakan, pasca penandatanganan MoU, ada proses administrasi yang harus dilakukan. Proses ini merupakan proses formal, yaitu setelah MoU diajukan ke KPPN, setelah itu KPPN baru butuh waktu lima hari kerja.  Besok dalam kesempatan berkomunikasi dengan dirjen anggaran kementerian keuangan, kami akan mengajukan lagi apabila memungkinkan, mengingat waktu yang sangat terbatas dan banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang sudah menunggu untuk dilakukan proses pembayarannya, sehingga bisa dilakukan percepatan dari pencairan anggaran yang sudah ditandatangani hari ini," pungkasnya. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats