Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 14 November 2017 19:49 WIB

Srikandi Cup 2017/18 Berlangsung di Empat Kota

Jakarta HanTer – Kompetisi bola basket putri tertinggi di Indonesia akan segera di mulai pada akhir November mendatang. Musim ini, delapan tim peserta yakni juara bertahan Surabaya Fever, Sahabat Semarang, Merpati Bali, Merah Putih Samator Jakarta, Tanago Friesan Jakarta, Tenaga Baru Pontianak, Flying Wheel Makassar dan pendatang baru GMC Cirebon akan saling berjibaku untuk memperebutkan piala Srikandi.
 
Penyelenggaraan Kompetisi Bola Basket Putri Srikandi Indonesia (Srikandi Cup) musim ini rencananya akan memainkan kurang lebih 80 pertandingan dan digelar empat seri di empat kota yakni Makassar (tuan rumah Flying Wheel, November 2017), Surabaya (Surabaya Fever, Januari 2018), Jakarta (Merah Putih Samator, Maret 2018) dan babak Play-Off serta Final akan dilangsungkan di Kota Cirebon (GMC Cirebon, April 2018).  
 
Deddy Setiawan selaku koordinator Srikandi Cup, berharap penyelenggaraan kompetisi musim ini akan berjalan semakin baik dari tahun sebelumnya dan juga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak.
 
“Kami bersyukur bisa melaksanakan Srikandi Cup musim ini yang kompetisinya didasari oleh semangat gotong royong dan kekeluargaan. Untuk itu mewakili delapan tim peserta kami tidak lupa berterima kasih kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya kompetisi ini. Diantaranya Perbasi, juga rekan-rekan jurnalis dan juga TVRI yang rencananya akan menyiarkan Srikandi Cup pada musim ini,“ tutur Deddy Setiawan pada acara konferensi pers Srikandi Cup 2017-2018 di Kantor TVRI, Senayan, Jakarta. 
 
“Tahun ini kami ingin berbenah tidak hanya dari segi penyelenggaraannya saja, tapi juga dari hal lainnya seperti penyediaan statistik yang lebih baik (bekerja sama dengan genius sport), inovasi kartu srikandi seperti layaknya kartu fans NBA yang di prakarsai oleh perusahaan start up Ticbox, pengelolaan medsos, pemberitaan media maupun melaksanakan berbagai aktifitas disetiap kota penyelenggaraan," ucapnya.
 
"Hal ini kami lakukan dengan harapan tahun depan kami bisa dilirik oleh para sponsor potensial. Namun yang terpenting semoga dengan adanya Srikandi Cup akan terjaring bibit baru yang akan membawa kejayaan basket putri kita di kancah Sea Games ataupun kejuaraan internasional lainnya,” tambahnya.
 
Sementara itu, TVRI yang menyiarkan Srikandi Cup dalam sambutannya menyambut baik kerjasama ini dan berkomitmen memajukan berbagai tayangan olahraga di Indonesia.
 
”Sebagai TV Nasional, TVRI berkomitmen memajukan olahraga di Tanah Air melalui tayang-tayangan olahraga yang berkualitas. Kami harap dengan disiarkannya Srikandi Cup di TVRI, geliat olahraga basket putri di Indonesia akan semakin berkembang dan TVRI juga dikenal sebagai televisi yang peduli pada program siaran olahraga dalam negeri yang berkualitas,” tutur Kabul Budiono selaku anggota Dewan Pengawas LPP TVRI.
 
Disisi lain, sebagai juara bertahan, Surabaya Fever masih didaulat menjadi salah satu kandidat terkuat yang bisa merajai Srikandi Cup musim ini. Hal itu didasari oleh kekuatan baru mereka, Natasha Debby Christalin eks motor permainan tim Sahabat Semarang serta salah satu pemain masa depan Indonesia, Lea Elvensia Kahol yang menjadi MVP 3X3 FIBA U18 2017 yang lalu.
 
“Masuknya Debby dan Lea Kahol tentunya menambah kekuataan Fever. Tapi bukan bearti kami terlena dan lantas memandang enteng semua lawan. Hingga saat ini kami tetap serius berlatih dengan rutin seperti biasanya. Saya rasa untuk persaingan tahun ini akan lebih ketat dan merata. Namun Fever harus memberikan catatan khusus kepada tim Merpati Bali yang terus berkembang, ”Ungkap Gabriel Sophia, center andalan Surabaya Fever.
 
Sementara itu tim pendatang baru yakni GMC Cirebon, mengaku tidak memasang target muluk dalam musim perdananya. Wahyu Gunarto sang pemilik klub mengatakan tujuan keikutsertaan klubnya adalah ingin membantu pembinaan basket di Kota Cirebon dan berharap anak asuhnya akan banyak belajar dikancah Srikandi Cup.
 
“Tujuan utama GMC Cirebon tetap berkonsentrasi pada pembinaan basket kelompok usia muda. Untuk berpikir juara saya rasa peluang itu ada di tangan Surabaya Fever dan mungkin juga Merpati Bali,” Komentar Wahyu Gunarto yang juga baru didaulat sebagai Manager timnas basket Putri untuk Asian Games 2018.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats