Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 10 November 2017 23:16 WIB

Gelar Kedua Pelita Jaya dan Kegagalan Beruntun Satria Muda

Jakarta, HanTer - Tim basket Pelita Jaya (PJ) EMP Jakarta sukses menjuarai turnamen pra-musim bertajuk Perbasi Cup 2017 setelah menundukkan juara bertahan Satria Muda Pertamina dengan skor 82-77 di partai final, ketika berlangsung di Britama Arena, Jumat (10/11/2017) malam.
 
Ini merupakan gelar Perbasi Cup pertama bagi Pelita Jaya EMP Jakarta, sekaligus merupakan gelar kampiun kedua beruntun dalam tahun 2017, pasca menjuarai Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017 juga dengan mengalahkan SM Pertamina.
 
Pertarungan berlangsung ketat sejak awal, sehingga membuat pelatih PJ, Johannis Winar lalu menurunkan Adhi Pratama untuk menjaga pemain andalan SM Pertamina Dior Lowhorn. Strategi tersebut berhasil, terbukti Lowhorn hanya mencetak empat poin di kuarter pertama yang berakhir dengan skor 21-20 untuk keunggulan Pelita Jaya.
 
Di kuarter kedua, Pelita Jaya langsung menggebrak dengan membuat enam poin hasil tembakan dua angka beruntun melalui Chester Giles, Xaverius Prawiro dan Wayne Bradford. Lowhorn kemudian memperkecil kedudukan menjadi 27-22. Di kuarter kedua ini, Lowhorn memang relatif lebih bebas dan bisa membuat 10 angka. Namun, Pelita Jaya tetap memimpin di akhir kuarter dengan skor 44-33.
 
Usai jeda, SM terus berusaha mengejar ketertinggalan. Mereka akhirnya bisa melakukkannya setelah tembakan dua angka small forward Arki Dikania Wisnu masuk dan menjadikan kedudukan 49-48. Ini keunggulan pertama SM atas PJ selepas kuarter kedua.
 
Akan tetapi, keunggulan itu tidak lama karena Daniel Wenas berhasil memasukkan tembakan tiga angka dan membuat kedudukan menjadi 52-51 kembali untuk keunggulan PJ, sekaligus mempertahankan keunggulan 60-57 hingga kuarter ketiga berakhir.
 
Kuarter pamungkas berjalan semakin panas. Bahkan sempat terjadi keributan kecil setelah Arki Dikania Wisnu mendorong guard PJ Respati Ragil, yang hampir memasukkan bola, hingga tersungkur keluar lapangan.
 
Arki pun dinyatakan melakukan "technical foul" dan karena sudah melakukannya dua kali, forward kelahiran New York, Amerika Serikat, ini harus keluar dari pertandingan.
 
Setelah itu, PJ semakin bebas membombardir SM bahkan sampai unggul jauh 70-60. Dior Lowhorn sempat memperpendek jarak skor menjadi 80-77, dua tembakan bebas terakhir guard impor PJ Wayne Bradford menuntaskan perlawanan SM. Pertandingan pun berakhir dengan skor 82-77.
 
Ini merupakan gelar Perbasi Cup pertama Pelita Jaya EMP Jakarta dan gelar kedua beruntun setelah sebelumnya menjuarai Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2017 juga setelah mengalahkan SM Pertamina.
 
Di kubu SM, Dior Lowhorn menjadi pencetak angka terbanyak di laga tersebut dengan 29 poin, enam rebound dan dua assist. Di PJ, pencatat angka tertinggi adalah Wayne Bradford dengan 28 poin, enam rebound dan empat assist.
 
Sementara itu,Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap turnamen bola basket pra-musim Perbasi Cup diadakan setiap tahun. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional (PP ITKON) Edi Nurinda Susila, yang mewakili Kemenpora untuk memberikan trofi kepada juara Perbasi Cup 2017 Pelita Jaya.
 
"Pemerintah dalam hal ini Kemenpora sangat mendukung penyelenggaraan Perbasi Cup karena kami melihat turnamen ini bisa memacu peningkatan prestasi bola basket nasional. Ke depannya, pemerintah berharap tim nasional bola basket Indonesia dapat semakin "menggigit" di level Asia Tenggara, dan bisa menjadi yang terbaik di SEA Games, setelah sebelumnya empat kali meraih perak karena selalu kalah dari Filipina," kata Edi pasca laga.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats