Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 10 November 2017 22:48 WIB

Peparpenas VIII Jadi Pintu Menuju Paralimpiade Tokyo 2020

Solo, HanTer - Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) VIII resmi di buka di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/11/2017). Meski tergolong asing ditelinga, rupanya ajang ini menjadi sebuah gerbang bagi atlet untuk berlaga di pentas internasional. 
 
Dalam sambutan pembukaan, Bayu Rahadian selaku Ketua Pelaksana Peparpenas VIII mengatakan bahwa jebolan ajang kaum disabilitas di nomor pelajar menjadi sebuah momentum untuk melakukan seleksi terhadap bibit potensial yang kemudian digodok di sekolah khusus guna diterjunkan ke level internasional. 
 
Sebagai bukti contoh, lanjut dia, pada Pepapernas 2015 yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pihaknya melalui NPC (National Paralympic Center) yang terpusat di Solo, mengirimkan 15 atlet jebolan kejuaraan disabilitas antar pelajar tingkat nasional ke Asian Para Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia. 
 
 
Bahkan, penggodokan atlet disabilitas berbuah manis, dimana Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum dengan menyabet 117 medali emas, 69 perak, dan 46 perunggu. "Mereka muncul dari ajang ini dan menyumbangkan medali emas, dimana Indonesia menjadi peringkat pertama dan berhak menyandang sebagai juara umum," kata Bayu Rahadian. 
 
Maka tak ayal bila pada Peparpenas yang digelar tahun ini pihaknya memproyeksikan kepada atlet remaja untuk bisa tampil di ajang internasional berikutnya. Memang, dalam waktu dekat Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah di Asian Para Games (APG) 2018 pasca bergulirnya Asian Games di tahun yang sama. Namun ia tidak akan menurunkan atlet Peparpenas 2017 untuk gelaran empat tahunan tingkat Asia tersebut. 
 
Yang menjadi fokus ialah bahwa pihaknya mempersiapkan jebolan Peparpenas tahun ini ke ajang bergengsi tingkat dunia, yakni Paralimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. "Untuk Asian Para Games (2018 -red) bisa dibilang terlalu cepat. Mungkin proyeksinya akan dimainkan pada 2020 (Paralimpiade Tokyo -red). Jadi yang Peparpenas kali ini akan lebih dulu masuk SKO dengan slot 30 atlet sebagai pilot project," sambung dia. 
 
 
Sekedar informasi, dalam Peparpenas kali ini sebanyak 471 medali akan diperebutkan 621 atlet dari 29 Provinsi pada enam cabang olahraga yang dipertandingkan seperti renang, atletik, tenis meja, catur, bulutangkis dan boccia. Ada sebuah hal unik karena cabor bocia pertama kali dipertandingkan di Peparpenas 2017. Boccia merupakan salah satu jenis olahraga rekreasi yang di khususkan bagi penyandang tunadaksa atau berkebutuhan khusus. 
 
Dalam seremoni pembukaan, selain atlet dan kontingen, Peparpenas 2017 resmi dibuka Menpora Imam Nahrawi yang diwakili Gatot S Dewa Broto selaku Sesmenpora. Juga turut hadir sejumlah eselon 1 Kemenpora seperti Deputi I, Faisal Abdullah, Deputi II Jonni Mardizal dan Deputi III Raden Isnanta. Sementara Pemprov Jawa Tengah selaku tuan rumah diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Sri Puryono.


(Eka)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats