Di Publish Pada Tanggal : Senin, 06 November 2017 22:31 WIB

Pelita Jaya Gasak Satya Wacana "Setengah Botol"

Jakarta, HanTer - Bukan perkara sulit bagi jawara IBL 2016/2017 Pelita Jaya untuk menumbangkan lawannya dalam kompetisi pemanasan jelang IBL Pertalite 2017 bertajuk Perbasi Cup 2017 yang berlangsung di Britama Arena, Kelapa Gading, Senin (6/11/2017).  Pelita Jaya tampil trengginas dengan mempermalukan Satya Wacana melalui skor akhir 92-46, atau "setengah botol".
 
Tim yang baru saja mematangkan pasukannya dalam pemusatan latihan di Amerika pada Oktober lalu, coba mengimplikasikannya pada turnamen pemanasan ini. Pada laga pertama turnamen, tim besutan Johannis Winar itu menutup kuarter pertama dengan skor 23-10. Pelita membuat marjin lebih jauh yakni 43-21 saat menutup kuarter kedua.
 
Di kuarter tiga, keunggulan tim besutan Johannis Winar itu semakin besar yakni 68-33, sehingga tak heran jika kuarter keempat ditutup oleh Pelita Jaya dengan skor akhir 92-46. 
 
Akan tetapi, meski menang besar di laga pertama, sang arsitek menyebut jika timnya masih terlalu sering melakukan kesalahan atau yang biasa disebut "turnovers". "Turnovers kami sampai 20 kali. Ini akan kami perbaiki kedepannya. Kami harus bisa tampil agresif dengan jumlah turnovers yang sedikit," kata Johannis Winar. 
 
Terkait dua pemain asingnya Wayne Bradford dan Chester Gilles, pelatih memuji keduanya mampu dengan cepat beradaptasi terhadap tim. Akan tetapi, menurut sang juru taktik, kedua pemain impor itu dan beberapa pemain baru Pelita Jaya seperti Valentino Wuwungan serta Xaverius Prawiro harus tetap meningkatkan kedekatan dengan pemain lain yang sudah ada di klub lebih dahulu. "Pemain-pemain terkadang masih agak kaku," ujar pelatih yang akrab disapa coach Ahang itu.
 
Coach Ahang mengaku jika Perbasi Cup 2017 dijadikannya sebagai ajang untuk meraba kekuatan timnya. Karenanya, meski menang dengan jumlah poin sangat jauh, ia belum bisa menentukan starting five yang akan menjadi andalannya untuk pentas IBL mendatang.
 
"Kami menjadikan Perbasi Cup sebagai ajang coba-coba merotasi pemain. Dipastikan starting five hari ini dan besok pasti berbeda, karena Pelita saat ini banyak dihuni oleh wajah baru. Jadi kami masih harus terus mencoba ini cocok dengan siapa, strateginya seperti apa dan lain halnya," tegas Johannis.
 
Meski demikian, coach Ahang melihat ada peningkatan dari Pelita Jaya pasca melakoni training camp di Amerika. Ia merasa para pemainnya sudah jauh lebih percaya diri dan agresif dalam menyerang, namun ia tak mau pemain banyak membuang peluang dengan lakukan spekulasi-spekulasi tembakan yang berujung turnovers. 
 
Sementara itu, pelatih Satria Wacana Salatiga Efri Meldi mengakui kekalahan timnya salahsatunya kalah pengalaman dari Pelita Jaya. "Selain itu kami juga seperti kehilangan roh. Saya sebenarnya sudah bilang ke anak-anak tidak masalah kalah dari PJ, tetapi tidak dengan selisih skor sebesar ini," kata Efri.
 
Efri Meldi mencoba realistis dan tidak lagi memasang target lolos ke semifinal dalam turnamen pemanasan ini. "Hitung-hitungannya jadi sulit karena selisih skor kekalahan kami terlalu besar. Kami tidak pasang target lagi dan tinggal fokus untuk melawan Bank BJB Garuda Bandung dan Pacific Caesar Surabaya," tambah Efri.
 
Adapun di partai Pelita Jaya kontra Satya Wacana, pemain asing Pelita Jaya Bradford Wayne Lyndon bermain sangat baik di timnya dan mencatatkan angka tertinggi 23 poin, tujuh rebound dan empat assist. Di kubu Satya Wacana, Madarious Gibbs menjadi yang terdepan di dengan mengemas 24 poin, tujuh rebound dan satu assist. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats