Di Publish Pada Tanggal : Senin, 16 Oktober 2017 00:33 WIB

Indarto Rogoh Kocek Sendiri Guna Membangun GOR bagi Warga Gunungkidul

Semin, HanTer - Pada ketinggian diatas 800 meter dari permukaan laut, berdiri tegak gelanggang olahraga dan seni budaya Indarto Kromo Wiguno, yang terletak di dusun Karangpoh, desa Semin, Kabupaten Gunungkidul DI Yogyakarta. 
 
GOR yang belum beratap milik salahsatu warga dusun Semin itu berusia baru satu tahun. Dia adalah Indarto, putra daerah asli setempat yang memikirkan bagaimana caranya olahraga didaerahnya, khususnya bola voli mampu berbicara lebih dipentas dunia.
 
Berawal dari kecintaannya terhadap olahraga, ditambah minimnya perhatian pemerintah setempat terhadap olahraga, Indarto, kelahiran Gunungkidul 14 Juli 1979 itu, rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk pembangunan sarana olahraga bagi warga Semin itu.
 
"GOR ini sengaja saya bangun untuk masyarakat Gunungkidul dari semua kalangan. Saya menginginkan olahraga disini itu hidup, terutama bola voli. Itu menjadi dasar saya untuk membangun GOR ini," papar Indarto, Minggu (15/10/2017).
 
Selain dipergunakan untuk voli, lanjut Indarto, masyarakat juga menggunakannya untuk senam, pertemuan-pertemuan pemuda se-Gunungkidul. "Tak hanya aktivitas olahraga, namun kegiatan pemuda dan seni seperti wayang kulit dan seni tari bisa berlangsung disini," tambah Indarto.
 
Ia juga mengatakan jika GOR yang rampung dibangun pada Agustus 2016 lalu itu memiliki luas kurang lebih 4600m2 dan berkapasitas 2500 penonton. "Pada saat kali pertama saya menggelar kejuaraan voli se-Gunungkidul bertajuk Indarto Cup, mampu menampung 2500 penonton," ucapnya.
 
Indarto, pemilik GOR Indarto Kromo Wiguno, yang didedikasikan untuk warga Gunungkidul
 
Pria yang amat mencintai bola voli sejak duduk dibangku SMP itu bercerita, bahwa pembangunan GOR ini memakan waktu selama 11 bulan dan menghabiskan kurang lebih lebih dari Rp 300 juta. Sehingga rampungnya GOR ini, Indarto pun mendirikan akademi bola voli bernama Fajar Merah Grup (FMG) yang didukung oleh ketiga perusahaan yang dimilikinya.
 
"Sejauh ini sudah ada 230 atlet yang sudah bergabung di akademi voli FMG ini. Sekarang sudah berjalan memasuki bulan kedua," terang pria yang memiliki usaha konsultan keamanan di Jakarta itu.
 
Dengan segala upaya yang dilakukannya sendiri, Indarto mengatakan masih ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi terhadap GOR nya tersebut. "Tentunya masih banyak kekurangan pada GOR ini, seperti belum adanya atap disebelah timur, kemudian masih minimnya parkir mobil yang hanya mampu menampung 10 mobil, sehingga saya berniat untuk melakukan pelebaran kedepannya," katanya.
 
"Harapan saya terutama dari dinas olahraga setempat adalah bisa sama-sama membantu perluasan dan melengkapi segala kekurangan dari GOR ini, karena arena ini juga dipakai oleh warga masyarakat setempat," tambahnya.
 
Manfaat yang dirasakan warga setempat sangat banyak dengan kehadiran GOR ini. Indarto mengatakan bahwa warga sekitar setidaknya mampu berolahraga tiga kali dalam satu minggu.
 
"Masyarakat Guungkidul sangat terbantu dengan adanya GOR ini, di mana anak-anak mereka bisa berolahraga disini tiga kali dalam seminggu, terlebih jika ada event, banyak orang kampung di sini yang jualan, sehingga mampu membangkitkan roda perekonomian bagi warga sekitar," pungkas Indarto.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats