Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 27 September 2017 02:07 WIB

Hadapi Asian Games 2018, Dewan Prima Terapkan Strategi Berbeda

Jakarta, HanTer - Ketua Dewan Program Indonesia Emas (Prima), Raden Isnanta mengatakan jika pesiapan menuju Asian Games 2018 pihaknya akan membuat strategi yang berbeda dari sebelumnya. Dewan Prima yang lahir tiga bulan jelang perheltan SEA Games 2017 lalu itu beranggotakan antara lain Chandra Bakti, K. Inugroho, Surya Dharma, Muddai Madang, Krisna Bayu, Hifni Hasan, Amung Makmun, dan Richard Sambera.
 
"Kebijakan kedepannya kita akan membuat strategi yang berbeda yakni terobosan yang spketakuler. Dalam strategi itu salahsatunya, rancangan membuat pelatihan yang sentralistik, namun tidak otomatis semua pelatihan nasional itu dalam satu tempat, tergantung positif di mana, tapi secara filosofi lebih kuat di satu atau dua tempat yang memang ekspon," ucap Raden Isnanta di Kemenpora, Selasa (26/9/2017).
 
Seperti diketahui pada pertemuan 36th OCA General Assembly, yang berlangsung di Ashgabat, Turkmenistan, 20 September 2017 lalu telah diputuskan jika Asian Games 2018 akan mempertandingkan 40 cabang olahraga, namun Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menginginkan 20 cabang olahraga prioritas peraih medali yang mengisi kontingen Indonesia dalam multi event tersebut.
 
Terkait hal tersebut, Isnanta menuturkan secepatnya 40 cabang yang ada di Asian Games harus segera di SK-kan. "Dalam hitungan ada 20 cabang super prioritas yang memiliki potensi meraih medali, tapi SK tentunya boleh waktunya latihan sama, namun pembobotan dari pekerjaan, pembobotan dari anggaran pasti beda, kita nanti akan membuat mana yang paling potensi memperoleh medali sehingga tercapainya target masuk kedalam 10 besar hasil akhir Asian Games 2018," ucapnya.
 
Setelah melakukan pemetaan itu, Isnanta menyebut pihaknya akan menetapkan tempat pelatnas untuk memudahkan pengontrolan pelatihan seperti halnya lokasi bekas penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional seperti di Bandung atau Palembang, bertujuan untuk mengendalikan pelayanan akomodasi dan konsumsi seperti pengawasan makanan dan gizi atlet.
 
Disisi lain, Isnanta juga menyebutkan bahwa target sisa di tahun ini menyelesaikan kurikulum atau strategi yang ditetapkan sebelumnya, sehingga pihaknya tak mau merubah ditengah jalan setelah apa yang telah dilakukan sebelumnya olah Satlak Prima, sehingga pihaknya ingin fokus di Januari 2018.
 
"Jelang Januari 2018 itu tentu harus disiapkan dari sekarang, sehingga di sisa tahun 2017 ini bisa membuat planing yang matang, mulai dari merencanakan kebutuhan anggaran, program latihan, sampai urusan training camp ke luar negeri," tutur pria yang juga menjabat sebagai Deputi III Pembudayaan Olahraga itu.
 
Satlak Prima itu sendiri akan meneruskan program latihan pada 1 Oktober 2017 pasca menghadapi SEA Games Malaysia. "SK itu berlaku 12 bulan, kemarin sempat istirahat pasca mengikuti SEA Games 2017, kemudian akan meneruskan program latihan yang berkesinambungan, sehingga sebetulnya bukan memulai pelatnas," tuturnya.
 
"Tapi kalau memang anggarannya habis, saya kan tidak ngerti di tahun ini, karena posisi dewan tidak campur tangan urusan 2017, jadi saya tidak tahu peta anggaran maupun kebijakan sebelumnya mau kapan berhenti, mau kapan mulai, tapi untuk 2018, saya harus mengatakan sama dengan tahun anggaran, yakni dari Januari ya Januari, berarti pada Januari harus ada SK baru, sehingga tidak ada SK lama berlaku untuk SK sekarang. SK itu dalam sisitem keuangan harus terbarukan dari tanggal di bulan Januari, meskipun orangnya ada yang tidak berubah," jelasnya
 
Dewan merupakan kolektif kolegial. Kebijakan perencanaan program dan anggaran ada di tangan Dewan Prima, Satlak Prima memiliki peran memberikan masukan yang tahu dilapangan sehingga akan diformulakan untuk dilaksanakan.
 
"Sekarang Dewan harus menetapkan itu, Satlak Prima melaksanakan, Dewan Prima melakukan fungsi kontrol, evaluasi, terlaksana atau tidaknya kebijakan Dewan tadi, sehingga ini semata-mata untuk meringankan beban Satlak dari hulu ke hilir yang selama ini menangani perencanaan-perencanaan seperti planing anggaran, eksekusi anggaran, teknis, evaluasi, pengendalian dan lainnya," terang Isnanta.
 
"Rancangan program yang telah disusun Dewan Pelaksana Prima nanti akan dilaporkan kepada Menpora Imam Nahrawi untuk disetujui. Jika telah disetujui Menpora, program itu akan dijalankan," pungkasnya. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats