Di Publish Pada Tanggal : Senin, 11 September 2017 19:15 WIB

Panjat Tebing Minta Wapres Turun Tangan

Jakarta, HanTer - Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga merupakan Ketua Pengarah Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) untuk turun tangan membantu agar nomor andalan panjat tebing Indonesia pada Asian Games 2018 bisa dipertandingkan. 
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum PP FPTI, Faisol Riza kala menggelar jumpa pers di Jakarta, Senin (11/9/2017) yang beranggapan jika nomor unggulan yang berpotensi emas dicoret OCA (Komite Olimpiade Asia), maka target emas dari panjat tebing bisa melayang.
 
Kondisi ini mencuat lantaran adanya wacana pengurangan nomor cabor panjat tebing untuk Asian Games 2018, di mana nomor-nomor yang terancam dihapus merupakan nomor-nomor unggulan yang diproyeksikan emas bagi kontingen Merah-Putih. Sehingga Wapres pun diminta turun tangan karena PP FPTI melihat pihak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) kurang maksimal dalam memperjuangkan nomor-nomor andalan Indonesia dan lebih banyak mengikuti arahan OCA.
 
“Wakil Presiden selaku Ketua Pengarah Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) harus turun tangan dan meminta OCA agar tidak mencoret nomor-nomor andalan panjat tebing Indonesia yang ditargetkan meraih dua emas,” tegas Ketua Umum PP FPTI, Faisol Riza. 
 
Seperti diketahui, sebelumnya FPTI mengajukan 12 nomor pertandingan dari tiga kategori yakni Speed, Boulder dan Lead pada perhelatan Asian Games 2018. Namun, jumlah nomor kemudian dikurangi menjadi 10 nomor dan turun lagi menjadi delapan. Terakhir, dalam pertemuan technical delegate bersama OCA, disampaikan bahwa jumlah nomor yang dipertandingkan hanya dua nomor yaitu nomor kombinasi atau gabungan antara speed, lead dan boulder putra dan putri, atau yang biasa disebut nomor olimpik.
 
“Jika hanya mempertandingkan dua nomor kombinasi, maka peluang emas bagi Indonesia sangat berat, sebab nomor andalan kita ada di speed. Selain itu nomor kombinasi belum pernah dipertandingkan di multi event internasional resmi dan baru disosialiasikan untuk Olimpiade 2020. Kami hanya mengingatkan agar kita tidak menyesal kemudian karena tidak bisa meraih sukses prestasi saat Asian Games digelar di rumah sendiri,” jelas Faisol Riza.
 
PP FPTI pun menekankan bahwa pemerintah dalam hal ini Wapres harus bekerja keras dan mencari berbagai cara dalam berkomunikasi dengan OCA untuk bisa menjaga target emas kontingen Indonesia dengan mempertahankan nomor-nomor andalan emas. 
 
Dalam memperjuangkan nomor-nomor andalan tetap dipertandingkan di Asian Games 2018, pihak FPTI mengklaim sudah mengirimkan surat meminta bantuan kepada pihak-pihak terkait, seperti KOI dan Rita Subowo selaku Ketua Perwakilan OCA di Indonesia. Bahkan surat kepada Wapres sudah pernah dilayangkannya, namun hal tersebut belum mendapat respon.
 
“Hari ini kami akan mengirimkan surat kedua kepada Wapres agar membantu panjat tebing tetap mempertandingkan nomor-nomor andalan di Asian Games 2018, demi Indonesia agar meraih sukses prestasi pada pesta olahraga tingkat Asia. Masih ada waktu untuk berjuang,” tegas Faisol.
 
Sementara itu, Manajer Pelatnas Asian Games 2018 yanag juga Wakil Ketua PP FPTI, Pristiono Buntoro mengakui bahwa nomor andalan Indonesia saat ini adalah nomor speed. Hal itu terlihat dari kemajuan para atlet yang saat ini menjalani Pelatnas di Yogyakarta. 
 
Untuk nomor speed, Sabri dan Aspar, dalam latihan Pelatnas sudah beberapakali memecahkan rekor dunia. Atlet putri kita juga sudah ada yang bisa menyamai rekor dunia saat test event di Cikole pekan lalu. Jadi kita optimis nomor speed ini berpotensi besar meraih emas,” jelasnya. 
 
Selain terancam kehilangan emas, pengurangan nomor cabor panjat tebing menjadi hanya dua nomor, dikhwatirkan akan meruntuhkan semangat atlet Pelatnas yang berjumlah 21 orang. Sebab, pengurangan nomor secara drastis tersebut membuat kouta atlet nasional yang tampil di Asian Games 2019 juga akan menjadi sangat sedikit. 
 
Dengan demikian, jika Asian Games 2018 hanya mempertandingkan nomor kombinasi atau gabungan speed, lead dan boulder, maka peluang emas menjadi berat. Sebab, Jepang Korea Selatan serta beberapa negara lain saat lebih dominan di nomor lead dan boulder. 
 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats