Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 03 Agustus 2017 19:38 WIB

Sesepuh Aremania: Hentikan Bentrokan Antar Suporter

Jakarta, HanTer - Jumpa Suporter Sepakbola Indonesia yang merupakan inisiasi dari pemerintah melalui Kemenpora berlangsung pada Kamis (3/8/2017) di Auditorium Wisma Menpora, Senayan, Jakarta. Selain itu 53 perwakilan manajemen klub sepakbola liga I dan liga II Indonesia hadir untuk mengikuti beberapa arahan, testimoni dan harapan dari para pemangku kepentingan olahraga yang paling banyak digemari di negeri ini #SepakbolaItuIndah.
 
Suasana tercipta sudah seperti saat menyaksikan langsung pertandingan sepakbola di dalam stadion, seluruh perwakilan klub dan suporter menyanyikan lagu kebanggaan, mars dan yel-yel serta salam suporter yang menggema dan khas yang melukiskan kebersamaan dan perdamaian meski bermacam-macam warna dan aksesoris serta pernak pernik yang mereka kenakan tetapi tetap damai sepakbola Indonesia.
 
Sesepuh Aremania yang juga merupakan budayawan Anto Baret, mengatakan suporter sepakbola menitipkan harapan kepada pemangku sepakbola Indonesia karena sekaranglah saatnya kita menghentikan bentrokan. 
"Kini saatnya kita mengubur kebencian diatas cinta dan kasih sayang, marilah kita bergandeng tangan supaya semua pemangku sepakbola mampu menegakkan tugas dan fungsinya secara nyata," tuturnya. 
 
Disisi lain, salah satu perwakilan pimpinan suporter dari Jakmania (Persija Jakarta) Richard, menyampaikan harapannya agar suporter ini dapat dibina oleh klub. "Jika tidak ada suporter maka klub itu tidak berbunyi, tidak ada pendapatan dan sebagainya, untuk itu suporter harus dibina oleh klub, jika terjadi gesekan dan ingin adanya perdamaian itu berjalan alami saja," ujarya.
 
Ia menilai jika PSSI dan aparat keamanan menjalankan regulasinya terkait pertandingan sepakbola dan PSSI menyisihkan 5% usai pertandingan untuk suporter maka akan berdampak positif mengurangi keributan. 
 
"Saya mencontohkan misalnya pendapatan angka dari penjualan tiket jika Persija bermain di Jakarta saja mencapai Rp 2 miliar lebih, bayangkan jika suporter tidak diajak bicara/diskusi terkait pembinaan klubnya dan sebagainya maka banyak akibat buruk yang akan terjadi," tambahnya.


(Hermansyah)