Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 18 April 2017 18:48 WIB

CLS Kontra SM, Laga Sarat Dendam di Kertajaya

Surabaya, HanTer - Partai semifinal Divisi Merah IBL Pertalite 2017 yang akan berlangsung di GOR Kertajaya Surabaya, mulai Rabu (19/4/2017) diyakini sebagai laga membara yang penuh dengan dendam untuk membalas dua kekalahan di pertandingan reguler.
 
CLS Knights Surabaya tampil sebagai tuanrumah akan menantang pimpinan klasemen Divisi Merah, Satria Muda Pertamina, asal Ibukota. “Kami sudah pelajari dua kekalahan tersebut dan siap membalasnya di laga semifinal nanti,” kata pelatih kepala CLS Knights, Wahyu Widayat Jati saat melakukan jumpa pers di Surabaya, Selasa (18/4/2017).
 
Masuknya dua pemain impor baru, Ashton Smith dan Duke Crews menambah keyakinan. “Smith dan Crews membuat pekerjaan saya lebih ringan,” tambah pelatih yang akrab disapa Cacing itu.
 
Tak hanya pelatih, nada keoptimisan mampu membalas kekalahan dilaga sebelumnya pada musim ini juga hadir dari pemain senior CLS Knights, Mario Wuysang. “Smith dan Crews sudah memiliki pengalaman profesional dan bermain di beberapa negara. Kami siap menghadapi laga semifinal,” tegas Mario. 
 
Sementara itu, guard CLS yang terpilih sebagai The Best Sixth Man IBL Pertalite 2017, Arif Hidayat, menuturkan bahwa tekad timnya memetik kemenangan terlihat jelas. “Beberapa pemain bahkan tak segan menambah porsi latihan sendiri. Dua pemain impor kami pun banyak memberi masukan berarti. CLS Knights akan mati-matian mengalahkan Satria Muda,” tegas Arif. 
 
“Dukungan pecinta CLS Knights yang akan memadati GOR Kertajaya akan menambah semangat kami,” timpal general manager CLS Knights, Ferry Humardani.
 
Disisi lain, dendam tak hanya milik CLS Knights. Satria Muda Pertamina pun tak sabar menunggu laga ini, meski Youbel Sondakh selaku pelatih Satria Muda sadar hadirnya Crews dan Smith menambah warna bagi CLS Knights.
 
“Tahun lalu kami digagalkan CLS Knights di babak final four. Kini saatnya Satria Muda Pertamina membalasnya. Namun fokus kami bukan lagi pada orang per orang tetapi lebih kepada tim, terutama permainan tim kami sendiri,” tegas Youbel Sondakh. 
 
Kapten tim Satria Muda Pertamina, Arki Dikania Wisnu juga mengakui keandalan dua pemain impor lawan. “Ini akan menjadi pertarungan yang sangat ketat. Tujuan kami adalah menjadi juara musim ini, jadi rekor di babak reguler tak lagi jadi perhatian. Kami harus menang,” tegas Arki.
 
“SM Fanatics, pecinta Satria Muda Pertamina pasti memberikan dukungan. Kami pun siap menghadapi gim semifinal dan memberikan kemenangan buat mereka,” kata general manager Satria Muda Pertamina, Riska Natalia.
 
Gim kedua akan berlangsung di kandang Satria Muda Pertamina, Britama Arena Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (22/4/2017). Bila kedudukan imbang atau saling mengalahkan, gim penentu juga berlangsung di Britama Arena, Minggu (23/4/2017).
 
Sementara laga semifinal Divisi Putih antara Pelita Jaya melawan W88.news Aspac akan digelar di GOR C-Tra Arena Bandung. W88.news Aspac menjadi tuan rumah lebih dahulu, Kamis (27/4/2017), kemudian giliran Pelita Jaya ditempat yang sama menjadi tuan rumah pada Sabtu (29/4/2017) dan jika diperlukan laga penentu akan berlangsung pada hari Minggu (30/4/2017).


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats