Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 10 Januari 2017 20:58 WIB

KONI Pusat Segera Panggil Induk Organisasi yang Terlibat Doping

Jakarta, HanTer – Kasus doping yang menimpa sejumlah atlet yang tampil di ajang PON XIX/2016 di Jawa Barat pasca pengumuman yang dilakukan oleh Panitia Besar PON XIX, sangat menyita perhatian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, sehingga akan segera memanggil PB/PP induk organisasi cabang olahraga yang atletnya dinyatakan positif doping, terutama cabor binaraga, yang paling banyak atletnya terbukti menggunakan obat terlarang itu.
 
"Kami akan segera memanggil induk organisasi cabor binaraga yang atletnya terbanyak dinyatakan positif doping. PB/PP yang lainnya yang atletnya positif doping juga akan dipanggil," ujar Wakil IV Ketua Umum KONI Pusat, K Inugroho di Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).
 
"KONI Pusat akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait hal ini, sehingga dalam pelaksanaan multi event lainnya tidak terulang kembali,” sambungnya.
 
Dengan kondisi seperti ini, Inugroho menyatakan jika KONI Pusat menyesalkan terjadinya pemakaian doping itu. Kasus ini menjadi tanggungjawab KONI Pusat bersama PB/PP induk organisasi cabor. Karena itulah KONI segera akan memanggil PB/PP yang atletnya terkena doping untuk mengetahui kenapa kasus itu bisa terjadi.
 
"Ke depan untuk menjaga hal ini tidak terulang, maka KONI Pusat meminta panitia pelaksana multi event di dalam negeri aktif melakukan sosialisasi masalah doping ini bersama LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia). Selain itu KONI Pusat akan mengaktifkan bidang sport sciene kesehatan guna memberikan pembekalan tentang doping ini,” terang Inugroho.
 
Menyinggung masalah sanksi yang akan dijatuhkan selain pencabutan medali seperti yang dilakukan PB PON, Inugroho mengatakan jika KONI Pusat masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dewan Displin yang dibentuk oleh Kementrian Pemuda Dan Olahraga (Kemenpora) bersama LADI. 
 
Dewan Disiplin yang anggotanya terdiri dari pakar hukum olahraga, pakar kesehatan, pengurus olahraga dan mantan atlet yang lima tahun aktif menekuni olahraga ini akan melakukan hearing dengan para atlet yang positif doping. Dewan Disiplin akan menengklarifikasi kenapa hal itu terjadi dan menangani bila ada atlet yang keberatan.
            
“Dewan Disiplin itulah yang akan menentukan sejauh mana kualifikasi pelanggaran yang dilakukan. Bisa saja atlet itu tidak tahu atau memang tahu, atau juga atlet itu menjadi korban dari pihak lain. Dari sinilah akan ditentukan sanksi berikutnya,” tuturnya.
 
Terkait penggunaan doping tersebut, sanksi berat bisa dijatuhkan kepada atlet yang positif doping. Mereka bisa dilarang tampil dalam segala kejuaraan selama empat tahun. “Bagaimana sanksi yang akan diberikan nanti KONI Pusat masih menunggu hasil dari Dewan Disiplin dan juga upaya banding dari atlet. Namun yang jelas, sanksi berat akan diterapkan untuk efek jera,” jelasnya.
 
Seperti berita sebelumnya, Ketua Umum PB PON PON dan Peparnas 2016 Ahmad Heryawan (Aher) pada Senin (9/1/2017) lalu telah mengumumkan adanya total 14 atlet yang positif menggunakan doping, yakni 12 atlet PON dan 2 atlet yang berlaga di Peparnas.
 
Dari ke-12 atlet PON yang positif doping tersebut, terdiri dari delapan atlet cabang olahraga binaraga, satu atlet berkuda, satu atlet angkat berat, dan dua atlet dari cabang menembak. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats