Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 11 Oktober 2016 15:46 WIB

Djohar Arifin Husin: Kongres Momentum Bersatunya Sepakbola Indonesia

Jakarta, HanTer - Salah satu calon Ketua Umum PSSI periode 2016-2020, Djohar Arifin Husin mengatakan jika kongres yang akan berlangsung pada 17 Oktober mendatang itu merupakan kesempatan untuk membangun sepakbola Indonesia dan jangan dijadikan untuk kepentingan politik terlebih persiapan pemilu 2019.
 
"Inilah merupakan momentum bersama untuk bangkit dan bersatunya sepakbola Indonesia. Semua harus sepakat untuk memajukan sepakbola untuk kepentingan bangsa, mengangkat harkat, martabat dan harga diri bangsa dan bukan ajang rebut kekuasaan, bukan untuk kepentingan bisnis, dan bukan untuk kepentingan politik, apalagi untuk persiapan pemilu 2019, sehingga hal tersebut harus dihindarkan," ucap Djohar Arifin Husin, Selasa (11/10/2016).
 
Pria yang juga merupakan mantan Ketua Umum PSSI pada periode 2011-2015 itu mengatakan dalam kongres mendatang bukan hanya sekedar memilih Ketua, Wakil dan anggota Exco, namun menurutnya sebuah tonggak bangkitnya bagi sepakbola Indonesia. 
 
Disisi lain, Djohar menerangkan jika PSSI yang didalamnya itu ada tim Nasional, merupakan bagian dari bangsa Indonesia dan bagian dari negara, karena ada huruf "I" di PSSI itu yang membawa nama Indonesia.
 
"Timnas itu membawa nama bangsa, harga diri bangsa. Mereka memakai baju Merah-Putih, mereka meletakkan bendera dan lambang Garuda didadanya dan tim Nasional kita ini mampu menyatukan bangsa, dan timnas kita mampu menggembirakan bangsa dan juga bisa membuat bangsa ini bersedih," tutur Djohar.
 
Kemudian pria bergelar Profesor itu mengatakan, salahsatu yang terpenting dalam memilih Ketua Umum adalah sosok yang mampu bekerjasama dengan pemerintah. 
 
"Saya yakin, dari sembilan calon Ketua Umum yang ada sekarang ini adalah orang-orang hebat, mampu, dan memiliki kebesaran jiwa serta punya kebesaran hati, sehingga ketua umum nanti harus benar-benar figur yang bisa bekerjasama bergandengan tangan dengan pemerintah dan negara untuk membawa sepakbola Indonesia," terangnya.
 
Tugas PSSI sejatinya bukan hanya menyiapkan kompetisi dan menyiapkan timnas, tapi banyak piramida dibawahnya yang harus dikerjakan, Djohar menuturkan jika PSSI tidak selalu mampu untuk menciptakan itu, karena PSSI tidak punya apa-apa.
 
"Stadion pun tidak punya bahkan kantorpun masih menumpang atau menyewa padahal kegiatan dibawahnya itu banyak sekali yang harus dikerjakan, bagaimana menyiapkan jutaan generasi muda ini untuk menjadi bintang-bintang sepakbola masadepan," tambahnya.
 
"Oleh karena itu, Ketua Umum PSSI yang akan datang harus mampu bekerjasama dengan pemerintah dan negara. Kita bisa manfaatkan kerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk melaksanakan kursus sumber daya manusia seperti wasit, pelatih dan perangkat pertandingan lainnya," pungkas Djohar. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats