Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 14 Mei 2016 08:10 WIB

Kemenpora Bentuk Sistem Online Guna Arsip Cabor

Jakarta, HanTer – Demi mempermudah pemantauan terhadap segala aktivitas serta data dari setiap cabang olahraga (cabor) di Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berencana menggagas sistem online. Hal tersebut disampaikan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Gatot Sulistiantoro Dewa Broto.
 
Menurutnya, langkah itu dilakukan sebagai bentuk efisiensi serta memudahkan pemantauan database bagi setiap cabor yang ada. Nantinya, segala kebutuhan penyangga untuk kepentingan cabor seperti tunjangan prestasi, kebutuhan dana, tuntutan dan prestasi atlet dapat dipantau melalui sistem tersebut. Alhasil, Kemenpora tidak akan mempergunakan data secara konvensional dengan menggunakan kertas berbentuk proposal.
 
"Ada tata kelola pendekatan yang di jaman sekarang ini bisa dilakukan. Semua tuh kalau real time aksesnya bagus. Sehingga pada saat identifikasi aksesnya enak. Kenapa ini menjadi penting? Karena kenyataan selama ini pada saat kami sering di keluhkan memberikan bantuan untuk cabor tertentu, PB (Pengurus Besar -Red) tertentu,” ucapnya dalam seminar bertajuk Bimbingan Teknis Basis Data Keolahragaan Nasional dan Verifikasi di Jakarta, Jumat (13/5/2016).
 
“Kalau kaya gini kan (nantinya -Red) tinggal di entry saja. Bahkan nanti akan ketahuan pada saat di entry, mana PB yang rajin mengadakan munas atau mungkin yang jarang mengadakan munas dan sebagainya,” lanjut pria yang juga merangkap sebagai juru bicara Kemenpora.
 
Kendati begitu, sementara waktu pihaknya baru akan mengumpulkan seluruh database kedalam sistem online. Kedepan, Kemenpora baru akan mencanangkan segala kebutuhan serta tuntutan dari masing-masing cabor kedalam sebuah kanal. Sistem itu dilakukan juga sebagai bentuk transparansi lembaganya kepada masyarakat yang ingin mengetahui tentang cabor
 
"Saya tekankan, semua itu dalam kerangka, kami akan mengeluarkan sebuah peraturan Menpora yang intinya agar tata administrasi cabor-cabor lebih rapi. Bahkan hak kewajiban mereka tetap kita penuhi. Tidak hanya kami yang mengatur. Mereka pun juga berhak menuntut kepada kami," jelasnya.
 
"Jadi kalau nanti semua sudah jadi, akan berbasis online. Karena kalau nggak, ruang kami itu kan terbatas, dan tumpukan kertas akan banyak. Kalau dengan data seperti ini akan lebih enak. Sekarang dirapikan dulu. Nantinya semua akan begitu (online -Red)," pungkas Gatot. 
 


(Eka)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats