Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 05 September 2018 12:42 WIB

Kemenpora Bentuk Kader Anti Narkoba di Tiga Provinsi

Banda Aceh, HanTer – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membentuk kader inti pemuda anti Narkoba di tiga provinsi yakni Aceh, DKI Jakarta, dan Bali.

Kader inti pemuda anti narkoba ini nantinya akan bertugas untuk memberikan edukasi berupa pendidikan anti narkoba kepada setiap daerah dan lingkungan sekitar.

Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Faisal Abdullah mengatakan, pembentukan kader inti pemuda anti narkoba dilakukan secara massif sejak tahun 2016.

Beberapa daerah telah berhasil dibentuk dan terus menjalankan misi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan beberapa daerah lainnya.

“Ini adalah tahun ke 3 sejak tahun 2016. Kita bekerjasama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk mengambil posisi sebagai mitra untuk melakukan pelatihan dan pembekalan kepada pemuda kita," kata dia di Banda Aceh, Selasa (4/9/2018) kemarin.

"Ya kalau bicara pemuda umur 16-30, yang disinyalir sebagian besar pengguna Narkoba adalah anak muda. Ini sangat memprihatinkan,” sambungnya.

Faisal mengatakan, kader inti pemuda anti narkoba adalah kelompok pemuda yang dipersiapkan untuk menjadi kader inti di setiap provinsi. Yang mana setiap kader inti berkewajiban membentuk dan melatih minimal 25 pemuda lainnya untuk bergabung menjadi kader anti narkoba.

“Terutama tugasnya adalah untuk diri sendiri. Jadi yang pertama untuk diri sendiri, bagaimana agar mereka mengenali dan mengetahui apa itu Narkoba dan mencegahnya. Begitu juga dengan keluarganya, saudaranya, dan lingkungan sekitarnya,” ujar Faisal.

Pembentukan kader inti pemuda anti narkoba merupakan upaya untuk membantu BNN melawan ancaman Narkoba khususnya di kalangan pemuda.

Menurutnya, penanganan Indonesia darurat Narkoba tak hanya semata-semata hanya menjadi tugas BNN, namun harus ditangani bersama-sama agar mendapatkan hasil yang lebih baik.

“Ini (kader inti pemuda anti narkoba) berjalan terus, bergulir bagai bola salju sampai di desa. Sudah ada beberapa daerah yang berhasil seperti Jawa Timur. (Kader inti pemuda anti narkoba) Jawa Timur sudah merambah ke daerah lain yang belum dilakukan pelatihan," katanya lagi.

"Jumlah mereka sangat banyak. Bahkan mereka ada yang membuat sekolah anti naroba. Jadi semacam sekolah kebangsaan yang khusus membahas Narkoba,” ungkapnya.

Ia berharap, kader inti pemuda anti Narkoba kreatif dalam mengemas pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, dan kampanye anti Narkoba di setiap daerah. Menurutnya, pembekalan yang diberikan dalam pembentukan kader inti pemuda anti Narkoba hanyalah bekal pengetahuan yang harus dikembangkan pengemasannya.

“Pembentukan kader inti pemuda anti narkoba ini sangat efektif untuk menjaring para pemuda. Pembentukannya berangkat dari kerawanan. Tahun ini ada tiga, Aceh, DKI Jakarta, dan Bali. Dari segi bobot jumlah peredaran, tiga daerah ini adalah yang paling besar tahun ini,” tutupnya.


(Eka )



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com