Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 01 September 2018 10:45 WIB

Kunjungi Baluran Banyuwangi, Bimtek Kemenpar Ikut Dorong Persiapan IMF-World Bank 2018

Banyuwangi, HanTer - Sekali dayung satu hingga dua pulau terlewati. Pameo tersebut sangat pantas disematkan kepada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ekowisata Hutan (Pemandu Interpetasi) yang digelar oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Banyuwangi dari tanggal 28 hingga 30 Agustus 2018.
 
Kegiatan yang dikerjakan oleh Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar tersebut di hari terakhirnya digelar acara tour bersama ke Taman Nasional Baluran, Banyuwangi.
 
"Ini bagian dari dukungan dan persiapan dalam menyambut IMF-World Bank. Kemenpar sangat tepat mengagendakan ke Baluran ini karena nantinya para pemandu intepretasi siap lahir batin saat menyambut rombongan wisatawan mancanegara datang ke Banyuwangi,"ujar Fasilisator Interpretasi Ary Suhandi saat memimpin para peserta Bimtek di Baluran.
 
Seperti diketahui, Kabupaten Banyuwangi termasuk salah satu destinasi di luar bali yang dipromosikan kepada peserta pertemuan. Banyuwangi mendapat momentum dari pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia Tahun 2018 atau International Monetary Fund-World Bank Annual Meetings 2018 (lMF-WB AM 2018), yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, pada 12-14 Oktober 2018 mendatang. Banyuwangi ditetapkan sebagai penyangga Bali di pertemuan tersebut.
 
Hal tersebut menjadi momentum bagi Banyuwangi, karena rombongan peserta akan mendatangi kabupaten paling ujung timur pulau Jawa itu.Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, akan dihadiri sedikitnya 18.000 delegasi dari 189 negara.
 
"Dan salah satu agendanya nanti para delegasi akan ke Baluran ini. Semua peserta Bimtek kita ajak saling mengkoreksi, apa yang kurang, apa yang harus ditambah, dan apa yang harus diperbaiki segera. Tujuannya jelas, untuk kenyamanan wisatawan nusantara maupun mancanegara saat berkunjung ke Taman Nasional. Dan di momentum yang tepat ini, persiapan jelang IMF kita harapkan semua pemandu bisa mempersiapkan diri dengan baik," ujar pria berkumis itu.
 
Bimtek Kemenpar di Banyuwangi ini mendatangkan pihak pengelola dari Perhutani, TN Baluran (Banyuwangi/Situbondo), Alas Purwo (Banyuwangi), Meru Betiri (Banyuwangi/Jember). Selain itu, ada juga Taman Wisata Alam Kawah Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso) dan Bromo Tengger Semeru. Semua peserta ikut Bimtek dengan tertib dari awal hingga akhir acara.
 
Kemenpar juga membuat acara kunjungan ke TN Baluran menjadi hangat dan sangat elegan. Mereka berinteraksi dari satu taman nasional dengan pengelola taman nasional lainnya, saling bertukar pikiran, dikemas dengan mengisi kuisioner dan diberikan keleluasaan untuk diskusi terkait Ekowisata.
 
 "Terima kasih kepada semua peserta yang hadir di acara kami.  Saya harap ini harus membawa manfaat dan diimplementasikan di pekerjaan dengan baik dan benar sebagai pemandu interpretasi. Apalagi akan ada event internasional berkelas dunia yang akan mampir ke Banyuwangi," kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani didampingi Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Alexander Reyaan.
 
Seperti diketahui, kata Rizki, Bandara Banyuwangi menjadi penunjang penting dalam paket wisata ke Banyuwangi yang disiapkan oleh Kemenpar bagi peserta pertemuan IMF-World Bank di Bali yang akan dihadiri hingga kurang lebih 15.000 delegasi dari seluruh dunia.
 
”Ini momentum luar biasa. Banyuwangi sudah siapkan paket-paket wisata, dan Kemenpar juga sangat mendukung penuh,” kata Rizki. 
 
"Acaraini akan menjadi trigger bagi Banyuwangi. Tidak hanya soal jumlah kunjungan wisatawan, tapi bagaimana dampak promosi yang akan didapat Banyuwangi di mancanegara. Untuk itu, semua pihak harus bersama-sama melakukan persiapan dengan baik,” kata wanita yang biasa disapa Kiki itu.
 
Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, semua pihak saat ini memang harus sama-sama terus berfikir bagaimana untuk pengembangan pariwisata Indonesia untuk ke depannya.
 
Pria asli Banyuwangi tersebut juga memberi contoh bagaimana Jepang dan Vietnam dapat menumbuhkan sektor pariwisatanya dengan cepat, yaitu melalui deregulasi masif sebagai key success factor. Permudah wisatawan untuk masuk, permudah investor untuk masuk, ease of doing business.
 
"Poin utamanya adalah berilah kemudahan, berilah kenyamanan bagi investor dan wisatawan, momentum IMF World Bank ini adalah salah satu pintu masuk itu semua," kata Arief Yahya.
 
Sedikit cerita tentang Baluran. Taman Nasional Baluran atau juga lebih di kenal dengan julukannya, Africa Van Java adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi.
 
Little Africa in Java ini terdapat beberapa destinasi alam yang bisa anda kunjungi. Dari luasnya padang Savana Bekol, sampai lebatnya hutan hijau Evergreen Forest, hingga keindahan bawah laut di Bama.
 
Dan juga ada beberapa destinasi lain seperti Gua Jepang, Curah Tangis, Sumur Tua, Manting, Dermaga, Kramat, Kajang, Balanan, Lempuyang, Talpat, Kacip, Bilik, Sejileh, Teluk Air Tawar, Batu Numpuk, Pandean atau Candi Bang yang bisa anda kunjungi di Baluran.
 
Mengamati kehidupan hewan liar di Taman Nasional Baluran, juga merupakan sebuah pengalaman tersendiri. Selain keindahan alam beberapa destinasi yang sudah ada juga sangat cocok bagi wisatawan yang sangat menggemari ekowisata. "Silahkan mengunjungi Banyuwangi, akan banyak pilihan destinasi di Banyuwangi, dan mari kita sambut wisatawan dengan ramah," kata Menpar.

 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats