Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 23 Agustus 2017 16:52 WIB
Apel Kebangsaan Purna Paskibraka 2017

Menpora: Paskibraka Merupakan Penjaga Martabat dan Kehormatan Bangsa Indonesia

Jakarta, HanTer - Menpora Imam Nahrawi bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Apel Kebangsaan Purna Paskibraka 2017, pada Rabu (23/8/2017) di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Jakarta. 
 
Istimewanya dalam Apel Kebangsaan tahun ini dihadiri oleh Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno Putri yang juga merupakan Purna Paskibraka Indonesia Angkatan 1962.
 
Apel Kebangsaan ini merupakan puncak berkumpulnya Paskibraka setelah menjalankan tugas pada peringatan HUT RI baik ditingkat nasional maupun daerah. Prosesi Apel Kebangsaan diawali dengan defile anggota Paskibraka dari seluruh Indonesia yang dimulai dari marching band Politeknik Ilmu Pemasayaratan Kementerian Hukum dan HAM dan dibuka oleh Paskibraka dari Provinsi Gorontalo serta dilanjutkan oleh Provinsi dan kabupaten/kota secara bergiliran dan ditutup oleh Paskibraka dari Papua Barat. 
 
Menpora mengatakan bahwa acara ini sangat spektakuler karena baru kali dalam sejarah, Purna Paskibraka dan Paskibraka berkumpul dari provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka menguatkan rasa kebangsaan dan mengikrarkan anti radikalisme, anti narkoba dan anti terorisme. 
 
Menurutnya, hal itu bertanda bahwa Paskibraka betul-betul menjadi generasi revolusi mental yang siap menjadi contoh dan panutan di tengah-tengah masyarakat dan pelajar. "Lebih dari itu, bendera Merah Putih selamanya harus di kawal dan di junjung tinggi keberadaannya agar jangan sampai siapa pun mengganggu bendera Merah Putih. Karena itu, Apel Kebangsaan ini sangat penting bagi kita semua," tegas Menpora Imam Nahrawi. 
 
Menteri termuda di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo itu juga mengatakan bahwa Paskibraka adalah miniatur persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dimana Anggota Paskibraka mewakili provinsi dan kabupaten/kota masing-masing.
 
"Paskibraka merupakan model kaderisasi revolusi mental pemuda yang seratus persen adalah Indonesia, seratus persen Pancasila, seratus persen Bhineka Tunggal Ika, seratus persen berintegritas, seratus persen anti narkoba, seratus persen anti radikalisme dan seratus persen anti terorisme," ucap Menpora Imam Nahrawi.
 
"Paskibraka bukanlah sekedar pasukan pembawa kain merah dan putih akan tetapi lebih dari itu, anggota Paskibraka adalah penjaga martabat dan kehormatan sebuah bangsa bernama Indonesia. Anggota Paskibra adalah orang-orang pilihan yang diberi mandat untuk menjaga pusaka-pusaka dan bendera merah putih," tambahnya 
 
Menteri asal BAngkalan madura itu menceritakan, pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB, Bung Karno membacakan Teks Proklamasi. Sebelum Teks Proklamasi dibacakan terlebih dahulu digelar prosesi pengibaran bendera pusaka sang saka merah putih. "Bendera ini dijahit sendiri oleh tangan istri Bung Karno, yaitu Ibu Fatmawati dengan sepenuh hati dan cinta. Pada saat itu, Bung Karno meminta yang mengibarkan sang saka Merah Putih adalah para pemuda-pemudi perwakilan dari penjuru Indonesia. Karena Bung Karno tahu hanya kepada para pemudalah merah putih dapat dititipkan untuk selama-lamanya," terang Menpora.
 
"Pemuda adalah Tunas Bangsa yang akan terus bersemi mengiringi perjalanan sebuah bangsa. Arahan Bung Karno disampaikan kepada ajudannya Mayor Husein Mutahar. Mutahar kemudian mempercayakan Abdul Latif memimpin pengibaran Sang Saka merah putih bersama perwakilan pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia," tuturnya.
 
"Saat Agresi Militer ke-2 tahun 1948 Husein Mutahar diperintahkan secara khusus untuk menjaga bendera pusaka agar tidak jatuh ke tangan Belanda dan sekutunya. Mutahar menjaga Sang Saka dengan mempertaruhkan nyawa," ujar Menteri yang akrab disapa Cak Imam itu.
 
Berkaitan dengan hal tersebut, Menpora menyampaikan bahwa lambang negara merupakan harga diri dan identitas bangsa. Oleh karena itu, para anggota Paskibraka akan menjadi Mutahar berikutnya yang di dalam dada para anggota Paskibraka  terpatri Merah Putih yang sampai kapanpun tidak akan pernah rela Sang Saka Merah Putih dilecehkan termasuk dibalik warnanya oleh siapapun.
 
Di akhir acara dilakukan penyematan PIN kepada anggota Paskibraka yang mulai saat ini sudah menjadi Purna Paskibraka 2017. Penyematan tersebut dilakukan oleh Menpora Imam Nahrawi kepada perwakilan anggota Paskibraka yaitu Lurah Paskibraka Nasional 2017 Rahmad Hersa dari Kalimantan Barat dan Dienaar Rarasati Widyaningrum dari Jawa Tengah.
 
Jakarta : Menpora Imam Nahrawi menjadi Inspektur Upacara dalam Apel Kebangsaan Purna Paskibraka 2017, Rabu (23/8) siang di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Jakarta. Hadir dalam Apel Kebangsaan tersebut Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri yang juga Purna Paskibraka Indonesia Angkatan 1962.
 
Apel Kebangsaan ini merupakan puncak berkumpulnya Paskibraka setelah menjalankan tugas pada peringatan HUT RI baik ditingkat nasional maupun daerah. Prosesi Apel Kebangsaan diawali dengan defile anggota Paskibraka dari seluruh Indonesia yang dimulai dari marching band Politeknik Ilmu Pemasayaratan Kementerian Hukum dan HAM dan dibuka oleh  Paskibraka dari Provinsi Gorontalo serta  dilanjutkan oleh Provinsi dan kabupaten/kota secara bergiliran yang ditutup oleh   Paskibra dari Papua Barat. 
 
Menpora mengatakan bahwa acara ini sangat spektakuler  karena baru kali dalam sejarah, Purna Paskibraka dan Paskibraka berkumpul dari provinsi dan kabupaten/kota dalam rangka menguatkan rasa kebangsaan dan mengikrarkan anti radikalisme, anti narkoba dan anti terorisme. "Hal itu bertanda bahwa Paskibraka betul-betul menjadi generasi revolusi mental yang siap menjadi contoh dan panutan di tengah-tengah masyarakat dan pelajar. Lebih dari itu, bendera Merah Putih selamanya harus di kawal dan di junjung tinggi agar jangan sampai siapa pun mengganggu bendera Merah Putih. Karena itu, Apel Kebangsaan ini sangat penting bagi kita semua," ucap Menpora. 
 
Masih katanya, Paskibraka adalah miniatur persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dimana Anggota Paskibraka mewakili provinsi dan kabupaten/kota masing-masing. "Paskibraka merupakan model kaderisasi revolusi mental pemuda yang  seratus persen adalah Indonesia, seratus persen Pancasila, seratus persen Bhineka Tunggal Ika, seratus persen berintegritas, seratus persen  anti narkoba, seratus persen anti radikalisme dan seratus persen anti terorisme. Paskibraka bukanlah sekedar pasukan pembawa  kain merah dan putih tapi lebih dari itu, anggota Paskibraka adalah penjaga martabat dan kehormatan sebuah bangsa bernama Indonesia. Anggota Paskibra adalah orang-orang pilihan yang diberi mandat untuk menjaga pusaka-pusaka  dan bendera merah putih," ucapnya 
 
Menpora menceritakan, pada tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 WIB, Bung Karno membacakan Teks Proklamasi. "Sebelum Teks Proklamasi dibacakan terlebih dahulu digelar prosesi pengibaran bendera pusaka sang saka merah putih. "Bendera ini dijahit sendiri oleh tangan istri Bung Karno Ibu Fatmawati dengan sepenuh hati dan cinta. Pada saat itu, Bung Karno meminta yang mengibarkan sang saka merah putih adalah para pemuda-pemudi perwakilan dari penjuru Indonesia. Karena Bung Karno tahu hanya kepada para pemudalah merah putih dapat dititipkan untuk selama-lamanya,"katanya.
 
"Pemuda adalah Tunas Bangsa yang akan terus bersemi mengiringi perjalanan sebuah bangsa. Arahan Bung Karno disampaikan kepada ajudannya Mayor Husein Mutahar. Mutahar kemudian mempercayakan Abdul Latif memimpin pengibaran Sang Saka merah putih bersama perwakilan pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia. Saat Agresi Militer ke-2 tahun 1948 Husein Mutahar diperintahkan secara khusus untuk menjaga bendera pusaka agar tidak jatuh ke tangan Belanda dan sekutunya. Mutahar menjaga Sang Saka dengan mempertaruhkan nyawa," ujarnya. 
 
Berkaitan dengan hal tersebut, Menpora menyampaikan bahwa lambang negara merupakan harga diri dan identitas bangsa. "Karena itu, para anggota Paskibraka akan menjadi Mutahar
berikutnya  yang di dalam dada para anggota Paskibraka terpatri Merah Putih yang sampai kapanpun tidak akan pernah rela Sang Saka Merah Putih dilecehkan termasuk dibalik warnanya oleh siapapun," tutupnya. 
 
Di akhir acara dilakukan penyematan PIN kepada   anggota Paskibraka yang mulai saat ini sudah menjadi Purna Paskibraka 2017. Penyematan tersebut dilakukan oleh Menpora Imam Nahrawi kepada perwakilan anggota Paskibraka yaitu Lurah  Paskibraka Nasional 2017 Rahmad Hersa dari Kalimantan Barat dan Dienaar Rarasati Widyaningrum dari Jawa Tengah.
 
Ikut hadir pada acara tersebut Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal, Kepala RSON Basuki Supartono, Asdep Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Ibnu Hasan, Karo Humas sudah Hukum Amar Ahmad, Wakil Walikota Palu  Sigit Purnomo dan Ketua Umum Purna Paskibraka Indonesia Bapak Gusta Feriza.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats