Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 25 Agustus 2016 22:57 WIB

Menpora Inginkan LSN Berjalan Tanpa Kecurangan dan Kekerasan

Ponorogo, HanTer - Liga Santri Nusantara (LSN) wilayah Region I Jawa Timur resmi dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi di Stadion Batoro Katong, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (25/8/2016) sore. Dalam sambutannya, Menpora berharap agar LSN ini dapat berjalan tanpa kecurangan dan kekerasan.

"Liga Santri Nusantara sudah dibuka tanggal 19 Agustus lalu di Balikpapan. Saya berharap dalam perhelatan LSN tidak ada yang namanya kecurangan, tidak ada yang namanya kekerasan, dan tidak ada yang namanya mafia sepakbola" tegas Menpora yang didampingi oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni.

Menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa itu menambahkan, LSN 2016 yang mengusung tema "From Pesantren To The World", diklaimnya sebagai langkah yang baik dalam menjadikan olahraga dengan menggandeng santri dan pesantren sebagai penggerak untuk lebih medunia.
 
Pria yang akrab disapa Cak Imam itu juga mengutip Hadist Nabi Muhammad SAW sebagai anjuran berolahraga. "Ajarilah anak-anakmu berenang dan memanah. Adapun untuk Liga Santri, bimbinglah anak-anakmu untuk bermain sepakbola dengan baik,” lanjutnya yang disambut sorak sorai tamu undangan dan para suporter yang memadati Stadion Batara Katong.

LSN wilayah Jawa Timur Region I ini diikuti oleh 32 pondok pesantren dari 6 kabupaten. Kick off oleh Menpora menandai pembukaan perhelatan LSN Region I Jawa Timur ini .
Pria asal Bangkalan Madura ini berjanji akan terus meggelar Liga Santri Nusantara selama masa jabatannya. “Tahun depan akan kami laksanakan lagi dan seterusnya,” katanya.

Disisi lain, Cak Imam merasa bangga atas pencapaian Liga Santri musim sebelumnya. "Hasil dari Liga Santri Nusantara Tahun 2015 telah menorehkan hasil yang sangat luar biasa dan membanggakan bagi bangsa kita dengan menjadi Juara dalam Kejuaran Malindo Cup yang dilaksanakan tanggal 19 hingga 22 Mei 2016 lalu di Malaysia," terangnya.

Imam mengatakan, jika pada tahun 2015 LSN diikuti oleh 185 pesantren, namun pada tahun 2016 ini jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 1000 pesantren. Hal tersebut membuktikan bahwa tingginya minat dari kalangan pesantren untuk ikut memajukan olahraga bangsa.

"Saya diangkat jadi Menpora oleh Presiden Joko Widodo untuk untuk membangun dan memajukan olahraga di Indonesia. Oleh sebab itu, setelah saya diangkat saya langsung mencanangkan Liga Santri Nusantara, karena saya melihat banyak potensi-potensi yang muncul dari pesantren, santri tidak hanya diajarkan untuk belajar kitab kuning dan belajar keagamaan saja, tetapi di pondok pesantren juga diajarkan untuk berolahraga," pungkas Cak Imam.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats