Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 27 Februari 2018 12:39 WIB

JK Menolak, Airlangga Berpeluang Jadi Cawapres

Jakarta, HanTer— Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak untuk dicalonkan kembali sebagai calon wakil presiden ( cawapres) pada Pilpres 2019 mendatang. Penolakan JK karena alasan terbentur soal cawapres dua periode dalam UUD 1945, memberi peluang besar kepada Airlangga Hartarto untuk menjadi calon presiden (capres) 2019.

“JK tidak bisa maju kembali maka sudah sepantasnya Golkar memajukan Ketua Umumnya Airlangga Hartarto menjadi capres.  Apalagi Airlangga juga merupakan bagian dari Faksi JK di internal Golkar," ujar pengamat politik dari Point' Indonesia (PI) Karel Susetyo kepada Harian Terbit, Senin (26/2/2018).

Karel mengakui, memang banyak tokoh lain di Golkar sekaliber JK. Namun semua itu tergantung dari Jokowi dalam mendeskripsikan tantangan dan ancaman di periode kedua nanti. Jika tantangan muncul pada bidang Polhukam maka Jokowi bisa saja menarik Wiranto sebagai Cawapres. Sementara jika tantangannya di bidang ekonomi maka Jokowi bisa menggandeng Sri Mulyani jika didukung parpol.

Sri Mulyani yang dikenal neoliberal bisa mendampingi Jokowi karena politik itu dinamis.  "Siapa sangka Boediono bisa jadi Cawapres SBY. Padahal Boediono bukan politisi. Tak didukung parpol juga," paparnya.

Sementara itu Direktur Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia Syamsudin Alimsyah mengatakan,  dengan tidak bisa majunya kembali JK, maka yang perlu didorong sesungguhnya adalah partai-partai harus menyusun mekanisme rekruitmen capres atau cawapres secara terbuka dan demokratis sesuai amanat konstitusi.  Partai harus mempu menjelaskan secara terbuka dan terukur alasannya mencalonkan seseorang.

"Calon yang diusung parpol tidak sekedar karena alasan elektabilitas semata apalagi karena jaminan pemodal. Bila itu terjadi maka parpol telah berkhianat pada fungsi aspiratif terhadap konstituen," ujarnya. 

Syam mengemukakan,  Golkar harus kembali melakukan konvensi dengan terbuka untuk memilih capres. 


(Safari)




Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats