Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 16 Januari 2018 10:39 WIB

Golkar Harus Buktikan Bamsoet Sosok Bersih

Jakarta, HanTer-- Direktur Eksekutif Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin Alimsyah mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto harus menjelaskan ke publik alasannya menunjuk Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai Ketua DPR.

Menurut Syamsuddin, walaupun penunjukan Bamsoet sebagai Ketua DPR pengganti Setya Novanto (Setnov) adalah otoritas Partai Golkar sesuai UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MD3. Namun Golkar harus bertanggung jawab bahwa pengganti Setnov betul-betul bersih dan berintegritas.

"Sejak awal, kami mendesak Partai Golkar melakukan sistem yang terbuka kepada publik dalam menentukan Ketua DPR. Apalagi slogannya sebagai partai bersih," ujar Syamsudin Alimsyah kepada Harian Terbit, Senin (15/1/2018).

Syamsudin menuturkan,  ditunjuknya Bamsoet sebagai Ketua DPR, Golkar memiliki beban untuk membuktikan, Bamsoet adalah sosok yang bersih. Karena baik langsung maupun tidak langsung Bamsoet terkait dengan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang saat ini tengah ditangani KPK. Apalagi Bamsoet dua kali mangkir ketika dipanggil KPK meski hanya sebagai saksi.

Selain itu, sambung Syamsudin, Golkar harusnya juga ikut bertanggungjawab dengan kondisi DPR sekarang yang citranya sedang terpuruk di mata publik. Oleh karena itu hal-hal yang terjadi terhadap kondisi Bamsoet dan DPR menjadi pertimbangan ketika menunjuk Bamsoet. Apalagi banyak juga pihak yang meragukan Bamsoet akan mampu mengembalikan citra DPR sebagai lembaga tidak terkorup.

"Harusnya ini yang menjadi dasar pertimbangan. Meski saya ragu apa bisa (Bamsoet mengembalikan citra DPR). Sejatinya Golkar juga menjelaskan ke publik alasannya menunjuk Bamsoet," paparnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni mengatakan, keberadaan Bamsoet sebagai Ketua DPR tidak akan berdampak pada peningkatan suara kritis dari DPR terhadap kinerja pemerintah. Karena Partai Golkar sedari awal sudah berkomitmen mendukung pemerintahan Jokowi.

Apalagi, sambung Sya'roni, Bamsoet selama ini juga jarang melontarkan kritik keras kepada pemerintahan Jokowi. Maka dengan posisinya sebagai Ketua DPR sudah tepat bila untuk mengamankan kebijakan pemerintah. Karena sisa waktu yang sangat mepet sepertinya  akan sulit bagi Bamsoet untuk memompa kinerja DPR.

Apalagi  menghadapi tahun politik maka para politisi Senayan akan lebih fokus berkampanye, dibanding menjalankan tugas-tugas sebagai anggota DPR. "Maka akan sulit mengharapkan bertambahnya kinerja di bidang legislasi dibawah pimpinan Bamsoet," paparnya. 


(Safari)




Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats