Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 27 April 2017 18:03 WIB

PDIP Ragu Calonkan Ganjar di Pilgub Jawa Tengah

Semarang, HanTer  - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah siap mencalonkan kader dari luar partai, pada pemilihan gubernur tahun depan. Namun partai berlambang banteng gemuk itu tetap lebih mengutamakan kader sendiri. 
 
“Kader tetap diutamakan tapi tidak harga mati,” kata Ketua PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto, Kamis, (27/4/2017).
 
Bambang mengatakan, mengusung calon kepala daerah di luar kader sendiri pernah  dilakukan pada pemilihan kepala daerah  Jepara dan Salatiga. “Saat Pilbup Jepara, Marzuki bukan kader PDIP tapi kami calonkan,” kata Bambang.
 
Proses penepatan calon dari luar kader partai, kata Bambang, mekanismenya sama. Selain menguji rekam jejak juga didasari pada hasil survei internal. Menurut Bambang, PDIP punya mekanisme penjaringan calon gubernur melalui sistem yang telah diatur. Di antaranya proses penjaringan melalui uji rekam jejak intergritas yang menghasilkan ukuran atau kapasitas calon. 
 
Dari unsur itu, Bambang menyebutkan jika di antara bakal calon yang hendak diusung punya nilai sama, partai lebih mengutamakan kader sendiri. Namun untuk calon gubernur, menurut Bambang, otoritas menentukan calon ada ditanggan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 
 
Sebab, bagi PDIP, Jawa Tengah dianggap "sakral"  selain  Bali, DKI Jakarta dan Sumatera Selatan. Menurut Bambang, di provinsi-provinsi tersebut calon gubernur yang diusung PDIP ditentukan sendiri oleh Megawati. “Itu wilayah khusus, ketua umum punya bobot tersendiri untuk menentukan keputusan siapa calonnya,” katanya dikutip tempo. 
 
Mendekati pemilihan gubernur, PDIP Jawa Tengah mulai menggadang kader-kadernya untuk diusung. Di antaranya Bupati Kudus Mustofa yang diklaim mendapat dukungan dari ribuan massa pada pada Rabu 26 April 2017.
 
“Kami deklarasi dukungan kepada Pak Mustofa menjadi calon Gubernur Jateng 2018 ini atas dasar hasil rapat bersama Dewan Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang, dan  Anak Ranting,” kata Sekretaris  PDIP Kudus Achmad Yusuf Roni.
 
Aksi dukungan dengan cara meneken rekomendasi dari kader itu diharapkan menjadi pertimbangan Megawati. “Kami mohon agar Ibu Megawati mendengar keinginan kami dengan mengusung Pak Mustofa sebagai calon gubernur 2018," ujarnya. 
 
Kasus Ganjar
 
Gubernur incumbent atau tengah berkuasa saat ini, Ganjar Pranowo, belum bisa dipastikan bakal maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) atau lebih kondang dengan sebutan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Tengah 2018.
 
Sejauh ini, Ganjar Pranowo masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan terkait kemungkinan maju kembali sebagai calon incumbent atau petahana pada pilgub alias Pilkada 2018 itu.
 
Tak hanya itu, Ganjar tengah disibukkan dengan kasus e-KTP yang menyerempet namanya. Ia disebut menerima suap sebesar 520.000 dollar AS dalam kasus korupsi e-KTP. Penerimaan itu terjadi saat dirinya masih menjadi pimpinan di Komisi II DPR RI.
 
Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terhadap dua terdakwa mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.
 
Dalam surat dakwaan, Ganjar adalah salah satu pimpinan Komisi II DPR yang ikut dalam pertemuan pada Mei 2010.
 


(Anugrah)




Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats