Di Publish Pada Tanggal : Senin, 04 Mei 2015 11:12 WIB

Pilkada DKI, Gerindra Jakut Usung Kader Internal

Jakarta, HanTer-Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh  sejumlah partai politik (parpol), jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, yang akan berlangsung pada Februari 2017 mendatang.

Bahkan, sebagian partai ini sudah menyebut-nyebut nama calon yang akan diusung sebagai gubernur, untuk maju melawan Gubernur incumbent Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang diprediksi bakal maju kembali melalui jalur independen.
 
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab), Partai Gerindra Jakarta Utara. Seluruh pengurus, baik cabang maupun ranting sepakat merekomendasikan calon gubernur harus dari kader gerindra asli.

"Aspirasi dari bawah menginginkan calon gubernur yang diusung pada Pilkada mendatang, harus dari kader asli gerindra. Hal ini akan kami sampaikan kepada pimpinan di tingkat daerah dan pusat," ujar S Andyka, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Jakarta Utara, di sela-sela Rapimcab di kawasan Sunter, Minggu (3/5).

Andyka mengatakan, saat ini banyak kader potensial yang memiliki kapasitas untuk memimpin ibu kota. Sehingga, tidak perlu untuk mencopot kader lain dari luar. Salah satu kader yang dinilainya cukup memiliki kemampuan adalah Ketua DPD Gerindra Muhamad Taufik. "Terlepas dari latar belakang beliau, saya menilai Muhamad Taufik cukup bisa untuk diusung sebagai calon gubernur," kata Andyka.

Namun begitu, saat ini menurutnya yang perlu dilakukan kader adalah melakukan pembenahan di tingkatan bawah. Dalam hal ini di tingkat DPC, pengurus anak cabang (PAC), dan pengurus ranting serta struktur terkait lainnya. Dengan memperkuat struktur partai di tingkat bawah, otomatis akan memperkuat partai di tingkat atasnya. "Kita harus memperkuat partai di tingkat bawah kalau ingin menang dalam Pilkada mendatang," kata dia.

Sekretaris DPC Gerindra Jakarta Utara, Naca Supriatna, mengungkapkan, para kader di tingkat bawah sudah kapok memilih calon pemimpin yang dicomot dari luar partai. Sebab, kader tersebut di belakang hari ternyata menghianati kepercayaan yang diberikan. "Berangkat dari sana kami sepakat menginginkan kader dari dalam untuk diusung," tuturnya.

Kendati begitu, melihat kondisi partai saat ini akan sangat sulit jika tidak segera dilakukan pembenahan. Apalagi, saat ini Gubernur Ahok yang akan maju kembali juga sudah melakukan persiapan. Salah satunya, dengan melarang RT dan RW menangkap jabatan sebagai anggota parpol. "Tujuan Ahok jelas, yakni ingin menjadikan RT RW tersebut sebagai ujung tombak untuk memenangkannya dalam pilkada mendatang. Jadi partai politik, termasuk Gerindra harus waspada," ucapnya.

Menurutnya, dengan Rapimcab Partai Gerindra Tahun 2015 Kota Administrasi Jakarta Utara, pihaknya ingin meningkatkan koordinasi dan konsolidasi. "Setelah koordinasi dan konsolidasi maka dilanjutkan dengan penguatan dan pembangunan infrastruktur partai, agar bisa menang dalam pilkada nanti," tandasnya.


(Ind)




Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats