Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 25 Juli 2018 10:01 WIB

Gelar Frans Seda Award 2018, Unika Atma Jaya Bentuk Generasi Inovatif

Jakarta, HanTer - Seiring berkembangnya teknologi, dunia pendidikan pun ikut berkembang dengan pesat. Perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan dibutuhkan untuk mendampingi generasi milenial yang tumbuh di era teknologi.
 
Untuk melengkapi hal tersebut, diperlukan pembentukan karakter yang inovatif dan peduli lingkungan dengan orientasi global dan berdasar pada kearifan lokal. Nah, Unika Atma Jaya sebagai salah satu universitas yang mengadopsi unsur teknologi dan bersiap untuk transformasi digital, bekerja sama dengan Kemenristek Dikti mengadakan seminar pendidikan bertajuk “Membentuk Generasi Inovatif, Peduli, dan Berkarakter Berdasarkan pada Kearifan Lokal dan Berorientasi Global”
 
“Kini perkembangan teknologi kian pesat dan tentunya mempermudah sebagian besar dari aktivitas kita sehari-hari, salah satunya adalah pendidikan. Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan tentunya akan mempermudah generasi milenial yang tumbuh dan berkembang di era teknologi. Lembaga pendidikan memiliki peran yang cukup penting untuk membentuk generasi penerus yang inovatif, peduli dan berkarakter tentunya atas dasar kearifan lokal dan tetap berorientasi global,” H. Mohamad Nasir, Ph.D, di Jakarta, baru-baru ini.
 
Unika Atma Jaya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang siap bertransformasi secara digital telah siap untuk Go Global dan Go Digital dengan memanfaatkan teknologi di dalam sistem dan metode pendidikan. 
 
Atma Jaya kini menggunakan empat software dalam sistem administrasi dan pendidikan, yakni Oracle Campus Solution, Zendesk, Microsoft Office 365 and Augmented Reality (AR). Seiringan dengan pemanfaatan teknologi dan berorientasi global, Unika Atma Jaya ingin menjadi kampus yang konsisten memberikan dampak sosial pada masyarakat Indonesia. 
 
Melalui program-program pemberdayaan masyarakat baik yang dilakukan dari level universitas, program studi hingga mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan dan program pengabdian masyarakat, seperti Rainwater Harvesting (RWH) atau Sistem Pemanenan Air Hujan untuk pengadaan air bersih dan Active Citizen Social Enterprise (ACSE) Leadership Training Program bersama British Council.
 
“Kami bertujuan untuk menciptakan generasi penerus bangsa dengan orientasi global dan berdasarkan kearifan lokal yang memiliki wawasan luas dan terdepan. Hal ini kami aplikasikan pada sistem pengajaran dan metode pendidikan berbasis digital dengan penggunaan software terbaru dan juga dalam menanamkan prinsip kemanusian dan sosial di berbagai kegiatan mahasiswa,“ kata Dr. Agustinus Prasetyantoko Rektor Unika Atma Jaya.
 
Elisabeth Rukmini, Ph.D, wakil rektor Unika Atma Jaya dalam pemaparan materinya menyampaikan tren perguruan tinggi di dunia telah memasuki model universitas generasi ketiga atau keempat. 
 
“Berdasarkan perkembangan universitas, Perguruan tinggi saat ini mengarah pada penguatan universitas kelas dunia. Bagi Unika Atma Jaya bukan hanya penting menjadi perguruan tinggi kelas dunia tetapi juga tetap menjalankan value yang dihidupi Atma Jaya dengan keunggulan keterlibatan pada komunitas dan diterapkan pada kurikulum yang berbasis kepedulian sosial,” katanya.
 
Frans Seda Award 2018
 
Selain itu, pada seminar pendidikan yang digelar sebagai acara puncak Dies Natalis ke-58 juga dilakukan pengumuman 10 Nomine Frans Seda Award 2018.
 
Frans Seda Award (FSA) adalah penghargaan yang dirintis oleh Yayasan Atma Jaya dan terinspirasi oleh Frans Seda salah satu pendiri Atma Jaya yang juga tokoh negarawan Indonesia. Penghargaan diberikan kepada insan muda berusia maksimum empat puluh tahun saat ajang berlangsung yang mendedikasikan dirinya bagi aktivitas pendidikan dan atau kemanusiaan.
 
Penghargaan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini sudah memasuki ajang yang keempat kalinya. Pertama kali dilaksanakan pada tahun 2012, kemudian 2014, 2016 dan 2018. Para nomine berasal dari 9 propinsi dan 10 kota mereka adalah (urutan nama tidak menyatakan urutan nilai):
1. Gracia Josaphat Jobel Mambrasar (Billy), Merauke, Papua. Billy mendirikan "Kitong Bisa" dengan tujuan utama mengajarkan anak-anak Indonesia Timur tentang nilai-nilai kepemimpinan dan enterpreneurship.
 
2. Syafrizal, Kepulauan Meranti, Riau.
Syafrizal pendiri dan kepala sekolah SLB Sekar Meranti serta Ketua SOIna Kabupaten Meranti, sebuah olimpiade khusus untuk anak berkebutuhan khusus.
 
3. Muhammad Aripin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
M. Aripin pendiri Rumah Kreatif dan Pintar, sebuah rumah singgah bagi anak-anak yang tertinggal dari segi ekonomi, pendidikan, dan sosial.
 
4. Warkina Cirebon, Jawa Barat. Warkina yang berhonor lima ratus ribu rupiah per bulan membuka PAUD gratis dan Taman Baca, serta ia berkeliling pasar malam dengan sebuah mobil carry setiap tiga kali sepekan untuk membawa 300 buku aneka judul ke sana.
 
5. Muhammad Saleh, Bombana, Sulawesi Tenggara.
M. Saleh, Brigadir, Pendiri SD Swasta Anak Soleh di Desa Tunas Baru, Bombana
 
6. Jamaluddin Dg Abu, Gowa, Sulawesi Selatan.
Jammaluddin, pendiri Rumah Koran yang bertujuan agar petani tidak buta huruf dan menyadarkan para petani betapa pentingnya pendidikan, agar para petani semangat menyekolahkan anak mereka.
 
7. Edi Syahputra, S.Kom, Langkat, Sumatera Utara.
Edi Syahputra mencetuskan kegiatan Stabat Lama Creative Zone (Akses kolaborasi membangun negeri) untuk memberikan edukasi dan pola berfikir kreatif anak-anak desa untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.
 
8. Atim Suryadi Jawa Barat, Kerawang.
Atim Suryadi membangun SDN 4 Mulyasejati di Dusun Sukamulya dan membenahi masalah kesulitan listrik di sana.
 
9. Nurma, Aceh Timur.
Nurma, Kartini dari Aceh. Guru para Ibu di Melidi
10. Vikra Ijas, Jakarta.
 
Vikra Ijas, pendiri KitaBisa.com yang telah menolong banyak orang-orang yang membutuhkan pertolongan khususnya dalam hal sokongan dana
 
Dr. Dhevy Setya Wibawa sebagai ketua pelaksana FSA 2018 mengatakan nomine para tokoh salah satunya didapatkan dari lomba foto Instagram yang melibatkan publik untuk menyampaikan tokoh inspiratif mereka, program ini sudah berlangsung sejak bulan Maret 2018 dan rencana penganugerahan akan dilakukan pada 4 Oktober 2018 yang bertepatan dengan ulang tahun Frans Seda,” ujarnya. 
 


(romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats