Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 19 Juli 2018 17:07 WIB

Kolaborasi Ubaya, Korea & Kalbe Farma Kembangkan Laboratorium Bibit Unggul Berbasis ABG

Surabaya, HanTer - Banyak cara dilakukan guna mendapatkan bibit unggul berkualitas dengan masa tanam lebih singkat, salah satunya dengan melakukan kerjasama sejumlah pihak. 
 
Seperti dilakukan PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak perusahannya PT Bintang Toedjoe kerjasama transfer teknologi dengan Hanbang Bio Korea dan Universitas Surabaya (Ubaya) dengan basis Akademisi, Bisnis dan Government Society (ABGS).
 
“Ini end to end kolaborasi, sinergi untuk bisnis. Dengan kerjasama yang kami lakukan sekarang ini, diharapkan mampu meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi nilai ketergantungan impor,” kata Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe Simon Jonatan, di Surabaya, Rabu (18/7/2018). 
 
Dikatakan Simon, selama ini pihaknya melakukan impor ginseng 50 ton per tahun sebagai salah satu bahan produk Extra Joss. Nah, dengan adanya kerjasama tersebut budidaya bibit unggul akan di lakukan di laboratorium tersebut. 
 
“Saat ini sedang dikembangkan untuk ginseng dan jahe merah. Selanjutnya akan dikembangkan lebih luas lagi seperti temulawak, tumeric dan rempah-rempah lainnya,” terangnya. 
 
Simon menambahkan, tujuan akhir dari kerjasama ini adalah mengintegrasikan pembibitan dengan kegiatan CSV Bintang Toedjoe, dimana bibit yang dihasilkan akan disalurkan kepada petani-petani yang telah bekerjasama.
 
“Kami berusaha membantu industri dalam negeri dengan memberdayakan petani-petani. Tentunya juga dengan memperhatikan kesejahteraan mereka,” tambahnya.
 
Sedangkan, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius menjelaskan setiap tahun pihaknya menyediakan budget untuk penelitian. 
 
“Ada budget tersendiri, dan ide yang mulai dibicarakan sejak 2011 akhirnya bisa direalisasikan tujuh tahun kemudian,” katanya.
 
Menurut Vidjongtius realisasi kerjasama transfer teknologi diwujudkan dengan membangun laboratorium kultur jaringan (tissue culture) di Fakultas Teknobiologi Ubaya, Surabaya Jawa Timur.
 
Sementara, peresmian laboratorium dilakukan oleh Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Dr Eng Hotmatua Daulay. 
 
“Pemerintah mendukung dan mendorong perusahaan-perusahaan untuk ikut berkolaborasi,” kata Daulay. 
 


(romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats