Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 03 Mei 2018 07:48 WIB

Hardiknas, BAZNAS Optimalkan Zakat untuk Pengembangan Pendidikan

Jakarta, HanTer - Pendidikan menjadi salah satu fokus pendistribusian zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Berkaitan dengan hal itu, momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Baznas menebar program dan kegiatan untuk membantu para stakeholder di dunia pendidikan.

Bantuan itu seperti donasi untuk beasiswa, pengadaan sarana prasarana, pelatihan guru, pembangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan berbagai kegiatan bermanfaat lainnya, yang kali ini disalurkan sebesar Rp 145.030.000.

“Dalam rangka Hardiknas, BAZNAS menggelar banyak kegiatan seperti peluncuran dan pembagian 1.000 buku, pengumuman hasil seleksi siswa baru Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB), siswa Sekolah Tahfidz SCB dan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS 2018,” ujar Direktur Pendistribusian BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Sebagai puncak acara peringatan Hardiknas, tutur dia, BAZNAS menggelar apel pendidikan dan pelatihan bagi guru. Acara ini dipusatkan di Desa Bringinsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang dihadiri Bupati Kendal, dr Mirna Annisa M.Si, Ketua BAZNAS Kabupaten Kendal, KH Moh Ubaidi dan Kepala Bagian Sosial Divisi Pendistribusian BAZNAS, Budi Setiawan.

“Pemilihan desa tersebut karena merupakan binaan program Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS. ZCD merupakan program pengentasan kemiskinan secara integral dan menyeluruh, baik aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah dan lingkungan hidup,” ucap Nasir.

Ia menegaskan, BAZNAS berkomitmen besar dalam hal peningkatan mutu pendidikan, terutama di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

“Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS menyerahkan bantuan senilai Rp145.030.000 rupiah untuk para pejuang pendidikan. Dana tersebut diperuntukkan bagi beasiswa, pengadaan sarana prasarana pendidikan dan pelatihan guru. Kemudian juga pembangunan MI Al-Islam Bringinsari yang sekaligus dilakukan peletakan batu pertama,” ujar Nasir. 

Dia menjelaskan, Desa Bringinsari dipilih karena berdasarkan hasil survei termasuk kategori daerah tertinggal. “Para wali murid di daerah ini, mayoritas petani dan hidup dalam kemiskinan,” kata dia.

Nasir menyebutkan, selain di Jawa Tengah, BAZNAS juga menggelar kegiatan di Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB), Desa Cemplang, Kampung Cirangkong, Kecamatan, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/5/2018). Dalam kegiatan ini, digelar talkshow dan bedah buku bertema “Membangun Karakter, Mengoptimalkan Potensi” karya tenaga pendidik dan siswa SMP Cendekia BAZNAS.

“Kita mencetak dan menyebarkan 1.000 buku yang ditulis dalam dua judul dan dibuat oleh tim tenaga pendidik dan para siswa SCB. Buku yang ditulis oleh tim tenaga pendidik berisi pengalaman membangun karakter dan meneningkatkan potensi siswa. Sementara buku kumpulan fabel, ditulis para siswa kelas tujuh dengan tema tentang persahabatan,” ucap dia.

 

 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats