Di Publish Pada Tanggal : Senin, 02 April 2018 18:08 WIB

Pushidrosal, Lembaga Nasional yang Telah Mendunia

Jakarta, HanTer - Pushidrosal ditetapkan sebagai lembaga hidrografi nasional dengan dasar hukum Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1951 tanggal 31 Maret 1951 (PP RI No. 23/1951) dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 164 tahun 1960 tanggal 14 Juli 1960 (Keppres RI No. 164/1960), mengemban fungsi sebagai Lembaga Hidrografi Militer dan Lembaga Hidrografi Nasional Indonesia, sekaligus sebagai wakil pemerintah di IHO (International Hydrographic Organization),

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Harjo Susmoro mengatakan, sejak jaman Belanda Hidros sudah ada. Dulu disebut Kantor Hidrografi didirikan oleh angkatan laut Belanda yang bertugas membuat peta laut Indonesia.

 

Belakangan aspek sipil mengirim wakilnya untuk jawatan hidrografi sampai Indonesia merdeka dan diresmikan pada tahun 1951 berubah nama menjadi Jawatan Hidrografi, yang semula dinas pelayaran kemudian digabung berubah bernaung dibawah angkatan laut.


"Hidrografi berbicara mengenai data dan pasti berkaitan dengan angkatan laut, hal ini dilakukan agar mengamankan data kelautan Indonesia untuk kepentingan militer," ujar Dr. Harjo di kantor Pushidrosal, dalam surat elektronik, Senin (2/4/2018).

Dr. Harjo menuturkan, visi Pushidrosal adalah melaksanakan penguatan lembaga hidrografi nasional. "Kalau dulu seakan-akan terkonvensional pekerjaannya hanya membuat peta laut saja, namun kini Hidrografi menjadi kunci gerbang perekonomian dan ujung tombak pertahanan laut Indonesia.

Menurutnya, tanpa hidrografi negara Indonesia akan hancur, sebab sesuai survey data BPS nilai ekspor impor barang di Indonesia per tahunnya mencapai hampir mencapai Rp 300 Triliun. Seandainya pajak diambil 15% maka pemerintah menerima Rp 45 T, melalui laut. Semua kapal yang mengadakan ekspor impor melalui laut dan faktor yang penting dalam pelayaran kapal dengan tujuan ekspor impor tersebut adalah peta laut agar laut bisa dilewati dengan mudah dan aman .

"Jadi laut itu harus dipetakan, kalau tidak nilai asuransi akan meningkat tingi karena akan sering terjadi tabrakan kapal dilaut," ungkapnya.

Semua kapal laut besar yang draftnya hampir 25 meter kedalamannya sehingga tidak bisa melihat dasar laut dengan mudah. Saat ini Pushidrosal sudah melakukan peningkatan eksistensi fungsinya di dunia internasional, yang awalnya hanya sebagai anggota IHO, maka sejak April tahun 2017 Pushidrosal sudah menjadi anggota dewan IHO. Di tingkat regional Pushidrosal juga sudah berpengaruh yang awalnya hanya sebagai members di East Asia Hydrographic Commission (EAHC) yang anggotanya adalah China, Korea, Jepang Kambodia, Vietnam, Malaysia, Brunei, Filiphina, Thailand dan Singapore.

Saat ini Indonesia juga sudah menjadi member di North Indian Ocean Hydrographic Commission (NIOHC) di wilayah Samudera Hindia, anggotanya semua negara yang ada di wilayah Samudra Hindia, dan terakhir bulan Februari 2018 sudah menjadi member di South West Pasific Hydrographic Commission (SWPHC) di Pasific Selatan. Sehingga Indonesia sudah menjadi members dan bisa memberi pengaruh dibidang Hidrografi. Misalnya hubungan politik dengan negara-negara kecil di Pasific seperti Solomon, Fanuatu, Tonga, Kiripati, Oak Island, yang terkait dengan masalah Papua merdeka.

Lebih lanjut Harjo mengatakan, saat ini untuk kawasan Asia Timur, Indonesia juga sudah dipercaya menjadi Vice Chairman selama 3 tahun kedepan. Sehingga setelah 3 tahun Indonesia bisa menjadi Chairman di EAHC. Sedangkan di Selat Malaka, Pushidrosal sudah dipercaya menjadi Ketua Pengelola di MSS ENC yang selama ini dipegang oleh Singapore selama 10 tahun.

"Jadi Indonesia sebagai lembaga hidrografi nasional sudah diakui di dunia internasional, yang selama ini tidur, saya masuk NIOHC yang biasanya 4 tahun baru diakui, datang sebagai observer, dihari pertama langsung dinyatakan sebagai associate member, pada hari kedua dipertimbangkan menjadi full member, hari ketiga sudah menjadi full member yang artinya adalah Indonesia memiliki hak akan bisa menjadi ketua, dan sudah diminta pada tahun 2019-2020 untuk menjadi wakil ketua dulu, karena kita sudah mempunyai kemampuan hidrografi," ungkap pria kelahiran Tegal tahun 1965 ini.

"Harapannya mudah-mudahan di lima tahun mendatang Indonesia sudah ada perwakilan yang duduk di IHO, paling lambat 10 tahun mendatang kita menjadi direktur atau sekjen, saya sudah persiapkan orangnya agar kita menjadi pemimpin hidrografi dunia," sebut penerima Adhi Makayasa AAL tahun 1987 ini.

Penghargaan yang diterima oleh Indonesia diminta dalam kinerja sekarang selalu diminta mempresentasikan di MSDI (Marine Special Data Infrastructure) mendapat apresiasi dari negara-negara yang masih mengembangkan.

Hydrographic Data Center dikembangkan menjadi Indonesian Marines Geospatial Information Center (IMAGIC) yang akan menjadi back bone internasional. Bahkan untuk lembaga-lembaga, kementerian-kementerian dengan menggunakan portal Pushidrosal untuk kepentingan masing-masing.

Data Pushidrosal sudah lengkap untuk kepentingan umum dalam rangka membangun MSDI global dan sudah bisa bersaing dengan China, Jepang, Korea, Australia, New Zealand, India. "Kita sudah bisa sharing kita punya apa dan dia punya apa? kalau untuk kepentingan militer kita hide," tutupnya.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats