Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 25 Maret 2018 23:59 WIB

Mahasiswa IPB Tuntut Transparansi Perhitungan UKT

Bogor, HanTer -  Mahasiswa IPB mengharapkan adanya transparansi anggaran baik biaya perkuliahan maupun dana lainnya, harapan ini disampaikan dalam dialog dengan Rektor DR Arif Satria, di Kampus Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Minggu malam.

"UKT (Uang Kuliah Tunggal) kita kayak mana sih, kita bayar uangnya kemana saja," kata Ketua BEM Kampus IPB Qudsy Ainul Fawaid.

Qudsy mewakili mahasiswa dari seluruh fakultas, termasuk diploma dan sekolah bisnis IPB untuk membacakan seluruh aspirasi yang telah dirangkum per fakultas.

Dari semua aspirasi yang masuk, persoalan UKT (uang kuliah tunggal) atau SPP muncul di setiap fakultas.

"UKT di Fakultas Kedokteran Hewan cukup tinggi dibebankan kepada mahasiswa," katanya.

Fakultas Kehutanan lanjut Qudsy menginginkan agar UKT lebih merakyat, serta mempertanyakan pemotongan dana sponsor. Begitu juga dengan mahasiswa diploma menginginkan adanya transparansi dalam SPP.

"Apakah IPB mempertimbangkan beban orangtua dalam menentukan UKT," kata Qudsy membacakan aspirasi dari mahasiswa.

UKT atau SPP mahasiswa IPB dihitung berdasarkan kemampuan orangtua, besaran gaji, dan beban tanggungan keluarga.

Selain transparansi anggaran, mahasiswa juga mengharapkan adanya perbaikan "green campus" seperti manajemen peminjaman sepeda yang diperbaiki, penyediaan stasiun pengisian air.

"Beli air mineral mahal sekarang, kalau ada stasiun pengisian air, mahasiswa bisa berhemat," kata Qudsy.

 


(Arbi/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats