Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Maret 2018 17:15 WIB

Hilirisasi Hasil Riset, LIPI Bangun Fasilitas Pengembangan Obat

Serpong, HanTer – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membangun fasilitas pengembangan obat tradisional yang terstandarisasi, dengan Standard Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB). Fasilitas ini dibangun di Serpong, Tangerang Selatan.

Pelaksana Tugas Kepala LIPI, Bambang Subiyanto mengatakan, pengembangan fasilitas penelitian obat tradisional bertujuan untuk percepatan hilirisasi hasil penelitian kesehatan dan obat yang telah dikembangkan selama ini, serta memberikan dukungan terkait riset dan pengembangan produk kepada mitra industri.

“Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi ke-11 tentang pengembangan industri kefarmasian dan alat kesehatan,” jelas Bambang dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama Pembangunan Gedung CPOTB di Serpong, Kamis (8/3/2018).

Bambang menjelaskan bahwa fasilitas penelitian obat tradisional diperlukan untuk menjawab permasalahan kesehatan serta mendukung kemandirian bahan baku obat secara nasional. Apalagi, saat ini, hampir 95% bahan baku industri farmasi di Indonesia masih bergantung impor, meskupun Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman yang berkhasiat sebagai bahan obat.

Karenanya, kata dia, LIPI menaruh perhatian besar dalam penelitian dan pengembangan kesehatan obat dengan berbagai riset terkait penggunaan tanaman obat serta bahan aktifnya untuk bahan baku obat. Disamping itu, potensi pengembangannya sangat terbuka dengan terus meninngkatnya permintaan pasar domestik maupun internasional

Ia melanjutkan, Indonesia memiliki 1.247 industri dan usaha obat tradisional yang 10 diantaranya termasuk perusahaan industri obat tradisional skala besar. Namun, industri obat tradisional (IOT), usaha kecil obat tradisional (UKOT) dan usaha mikro obat tradisional (UMOT) banyak yang tidak memiliki fasilitas CPOTB sehingga mengalami kesulitan dalam membuat produk berstandar CPOTB.

“Fasilitas yang akan dibangun ini diharapkan dapat menjadi percontohan laboratorium CPOTB dalam rangka memfasilitasi industri kecil dan menengah guna mempercepat pengembangan produk obat tradisional di tanah air,” tambahnya.

Sementara itu, Agus Haryono, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI mengatakan, pihaknya sangat fokus dalam pengembangan obat tradisonal. “Dari kegiatan penelitan yang kami lakukan, telah banyak ditemukan senyawa-senyawa baru dari ekstrak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai anti kanker, anti diabet, anti malaria, serta antioksidan,” ungkap dia.

Untuk itu, sambung Agus, pembangunan fasilitas riset ini akan dapat lebih memfokuskan penelitian dan memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk penelitian terkait obat radisional.

“Harapan kami melalui fasilitas riset pengembangan obat tradisional dengan standard CPOTB, hasil-hasil penelitian kami bisa lebih berkualitas dan mudah diterima oleh industri,” tandas dia.

 


(Ek/Abe)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats