Di Publish Pada Tanggal : Senin, 05 Maret 2018 09:41 WIB

Ketua DPR: Sarjana Harus Kreatif, Inovatif dan Visioner

Jakarta, HanTer - Kiprah perguruan tinggi di Indonesia diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman saat ini. Adapun para lulusan sarjana perguruan tinggi diminta semakin kreatif, inovatif, dan visioner dalam mengembangkan karir guna mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, makmur, dan berkeadilan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPR Bambang Soesatyo, dalam orasinya saat menghadiri acara wisuda Universitas Nasional  (UNAS) Periode I Tahun Akademik 2017/2018 di Jakarta Convention Center, Minggu (4/3/2018).

Dirinya yakin, berbekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama di perguruan tinggi akan menjadi modal utama dalam menekuni pekerjaan dan profesi. Hal tersebut, sekaligus wujud pengabdian mereka kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

"Saat para sarjana terjun ke masyarakat, di sanalah laboratorium kehidupan sesungguhnya," kata Bambang.

Ia mengatakan, bangsa Indonesia tentu sangat berharap pada lembaga-lembaga pendidikan tinggi dalam mencetak generasi yang terampil dan mandiri.

"Dalam Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi, fungsi dan peran perguruan tinggi sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat, wadah pendidikan calon pemimpin bangsa, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pusat kekuatan moral, dan sebagai pusat pengembangan peradaban bangsa," terang dia.

Ia mengungkapkan, fungsi dan peran perguruan tinggi di Indonesia merupakan sentra pembangunan sumber daya manusia (SDM). Perguruan tinggi, lanjut Bambang, juga tempat menggelorakan semangat kuat untuk mengembangkan jati diri calon pemimpin bangsa dan menimba ilmu pengetahuan.

Bambang juga menyemangati para sarjana yang baru saja diwisuda agar tak segan-segan terjun ke tengah masyarakat. Sebab, dengan terjun langsung ke masyarakat maka lulusan perguruan tinggi bisa menerapkan ilmunya.

"Saat para sarjana terjun ke masyarakat, di sanalah laboratorium kehidupan sesungguhnya. Saya yakin bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama di perguruan tinggi akan menjadi modal utama dalam menekuni pekerjaan dan profesi sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ujarnya.

Manfaatkan Teknologi

Selain itu menurutnya, perguruan tinggi saat ini harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Pengembangan pendidikan tinggi melalui sistem online pun menjadi keniscayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menyatakan dukungannya pada gagasan Rektor Universitas Nasional El Amry Bermawi Putera, yang akan mengembangkan pendidikan perguruan tinggi secara online. Hal itu dinilai penting untuk mengantisipasi perkembangan zaman dan memanfaatkan kemajuan teknologi agar masyarakat memperoleh pendidikan perguruan tinggi dengan murah dan efisien.

"Penting untuk mengantisipasi perkembangan zaman dan memanfaatkan kemajuan teknologi agar masyarakat memperoleh pendidikan perguruan tinggi dengan murah dan efisien. Tidak diperlukan lagi biaya indekos yang tinggi dan biaya transportasi yang mahal," ujar Bambang.

Karena itu, kata dia, pola pendidikan berbasis IT dan online dinilai harus lebih digalakkan. Sehingga, semua masyarakat Indonesia bisa melek teknologi dan mengakses pendidikan dari mana saja.

"Pola pendidikan era milenial di Indonesia harus terus ditingkatkan lagi. Pendidikan zaman now harus mengarah kepada pola pendidikan berbasis IT dan online,” kata Politikus Partai Golkar ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, warga desa bisa menimba ilmu tanpa harus ke kota dengan sistem online itu.

"Bayangan saya, nantinya anak-anak petani bisa menimba ilmu melalui gadget yang dimiliki, sembari menggarap sawah atau menggembala sapi," tuturnya.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga dinilai ampuh menekan ongkos biaya pendidikan. Ia meminta sistem atau pola pendidikan berbasis IT dan online harus lebih digalakkan sehingga semua masyarakat Indonesia bisa melek teknologi dan mengakses pendidikan dari mana saja.

"Pola pendidikan era milenial di Indonesia harus terus ditingkatkan lagi. Pendidikan zaman now harus mengarah kepada pola pendidikan berbasis IT dan online. Bayangan saya, nantinya anak-anak petani bisa menimba ilmu melalui gadget yang dimiliki, sembari menggarap sawah atau menggembala sapi," ujar dia.

804 Wisudawan

Untuk diketahui, sebanyak 804 wisudawan Universitas Nasional (UNAS) Jakarta menggelar Sidang Terbuka Senat Periode I Tahun 2017/2018. Pada kegiatan ini, Universitas Nasional melantik lebih dari 800 wisudawan dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 285 wisudawan berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

"Universitas Nasional juga turut meluluskan 285 wisudawan dari program pascasarjana dan sarjana dengan IPK di atas 3,5 dengan predikat cum laude,’’ kata  Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putera, saat wisuda UNAS di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (4/3/2018).

Wisuda Periode I Tahun 2017/2018 melantik sebanyak 804 wisudawan, yang terdiri dari jenjang pascasarjana, sarjana dan diploma. Wisudawan tersebut terdiri dari 3 program doktoral, 43 wisudawan program magister, 528 wisudawan program sarjana, 218 program diploma empat dan 12 wisudawan program diploma tiga.

Lulusan terbaik pada wisuda kali ini diraih Mufidah Said, mahasiswa dari program doktoral program studi Ilmu Manajemen dengan IPK 3,94 (cum laude). Sementara pada jenjang sarjana, peraih IPK tertinggi adalah Indri Ustamar dari program studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang lulus dengan IPK 3,92.

Wisuda Universitas Nasional periode ini mengambil tema ‘’Peran Perguruan Tinggi Dalam Mewujudkan Cita Hukum Yang Berkeadilan”. Orasi ilmiah disampaikan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bambang Soesatyo dan Profesor Jang Youn Cho dari Hankuk University, Korea.

Selain itu, terdapat dua mahasiswa asing asal Tiongkok yang turut diwisuda. Wisudawan tersebut berasal dari program studi Manajemen, Fakultas Ekonomi.

"Hal ini turut menandakan Universitas Nasional cukup diminati oleh mahasiswa asing dari berbagai negara. Selain itu, juga menjadi ciri bahwa kualitas dan pelayanan pendidikan di Universitas Nasional mendapatkan apresiasi yang tinggi dari masyarakat dan diakui secara internasional," ujar El Amry.

 "Saya berharap, lulusan Universitas Nasional akan setara, bahkan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi kelas dunia. Untuk itu selain memberikan SKPI, kami juga telah membentuk Badan Pengembangan Profesi untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten berdasarkan standar kompetensi kerja atau profesi," papar El Amry.

Rektor menambahkan, BP Pro UNAS bekerjasama dengan lembaga sertifikasi profesi, lembaga latihan kerja, industri dan pengguna yang tidak hanya bertujuan untuk memenuhi standar kompetensi kerja dan profesi, namun juga mendapatkan pengakuan dari lembaga sertifikasi profesi yang terlah terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dalam waktu dekat, BP Pro akan menandatangani nota kesepahaman dengan 7 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Training Provider yang berbasis kompetensi kerja.


(Sammy)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats