Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 29 November 2017 23:59 WIB

Jokowi Minta Penerimaan Mahasiswa PTN Dibatasi

Jakarta, HanTer – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia membatasi penerimaan jumlah mahasiswa. Upaya ini dilakukan agar setiap PTN lebih fokus dalam memberikan pendidikan.

"Saya lebih senang kalau perguruan tinggi itu fokus, tidak semuanya diambil," jelas Presiden Jokowi di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (29/11/2017).

Presiden juga menyoroti over kapasitas mahasiswa disejumlah PTN di Indonesia. Bahkan kata dia, terdapat beberapa perguruan tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu atau 40 ribu.
Untuk itu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir diminta untuk membenahi masalah ini.

Menristek Dikti, ujar Presiden, segera menanggapi positif arahan tersebut. "Kita tunggu saja menterinya nanti bergerak kapan," ujar Presiden.

Inovasi

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan agar perguruan tinggi berinovasi dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Perkembangan dunia saat ini mengarah kepada pemanfaatan digital baik di segi perekonomian, politik, media hingga pendidikan,” ujar Presiden.

Hal itu, memerlukan inovasi dan perkembangan jurusan pendidikan baru yang mengajarkan pemanfaatan digitalisasi. "Penting di sebuah perguruan tinggi adanya 'co-working space', penting sekali. Dalam co-working space para mahasiswa, para dosen, bisa saling bekerja bersama menciptakan inovasi-inovasi, menciptakan hal-hal yang baru," kata dia.

Menurut Jokowi, selain berinteraksi dengan akademisi, co-working space dapat dimanfaatkan untuk berinteraksi lintas ilmu atau fakultas bahkan interaksi dengan wiraswastawan untuk mempelajari tantangan di dunia nyata.

Co-working space sebagai tempat berinteraksi juga dapat memperluas jejaring sehingga memberi peluang bagi inovator dengan sumber pembiayaan di sektor swasta.

"Itu semua hal yang sangat menarik, bagaimana mendapatkan pembiayaannya agar inovasi ini bisa berkembang masuk ke dunia industri.  Artinya tidak berarti harus semuanya dibiayai oleh perguruan tinggi, tapi bisa dibiayai bersama dengan pihak swasta, pihak perbankan, perusahaan 'packaging', perusahaan marketing, perusahaan logistik dan yang lain-lainnya," jelas Jokowi.

Kepala Negara mengatakan perguruan tinggi tidak boleh mengikuti rutinitas baik dalam pelaksanaan pengajaran maupun jurusan pendidikan. Jurusan-jurusan pendidikan yang ada di perguruan tinggi saat ini perlu lebih difokuskan kepada perkembangan zaman digitalisasi.

"Tidak pernah ada yang berani, padahal situasi sudah berubah, tidak ada yang berani membuka fakultas digital ekonomi jurusan toko online, jurusan retail management, jurusan logistic management, jurusan 'meme'. Ya 'meme' mengenai ekonomi kan bisa, kenapa tidak," ucap Presiden. 

 

 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats