Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 19 November 2017 18:27 WIB

Persaingan Kerja Semakin Kompetitif, Unsada Gelar Seminar Nasional Membangun Kapabilitas SDM Indonesia

Jakarta, HanTer - Persaingan kerja yang semakin berat membuat setiap orang harus punya skil yang diperhitungkan. Oleh karenanya, penguasaan inovasi menjadi faktor penentu utama kemajuan sebuah negara. 
 
Dan untuk melahirkan banyaknya inovasi tersebut maka pendidikan vokasi menjadi hal yang diperlukan bagi Indonesia dalam jangka pendek.
 
"Sumber daya ekonomi terkini bukan lagi kekayaan alam, letak geografis, jumlah penduduk atau tenaga kerja murah, melainkan pengetahuan," kata Dirjen Pembinaan, Pelatihan, dan Produktifitas Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Bambang Satrio Lelono, di seminar nasional Membangun Kapabilitas SDM Indonesia di Universitas Darma Persada Jakarta, Kamis ((16/11/2017). 
 
Dikatakan Bambang, saat ini Indonesia masih dihantui oleh jumlah pengangguran terbuka yang terus meningkat dalam setiap periode. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Agustus 2017 tercatat tingkat pengangguran terbuka sudah mencapai 7,04 juta atau meningkat hingga 10 ribu dibanding periode sama pada tahun lalu.
 
"Jumlah pengangguran terbuka ini juga meningkat jika dibandingkan dengan periode Februari 2017 yang mendata ada sebanyak 7,01 juta," katanya.
 
Dari data tingkat pengangguran terbuka tersebut, Bambang mengaku ironi. Berdasarkan data BPS, Bambang mengungkap, jumlah terbesar berdasarkan tingkat pendidikan itu ternyata berasal dari sekolah menengah kejuruan SMK) sebesar 11,41 persen dan sekolah menengah atas (SMA) sebesar 8,29 persen. 
 
"Di sinilah pentingnya pendidikan vokasi supaya bisa menyiapkan tenaga-tenaga yang lebih terampil," ujarnya.
 
Rektor Unsada Dr Dadang Solihin, menyatakan pendidikan vokasi merupakan hal penting yang harusnya diperbanyak di institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Di saat kualitas pendidikan tenaga kerja Indonesia yang masih rendah maka program pendidikan vokasi ini bisa memberikan solusi.
 
"Tenaga-tenaga terampil ini diperlukan untuk merespons persaingan tenaga kerja yang semakin kompetitif dan global," katanya.
 
Berkaitan dengan hal tersebut, Dadang mengatakan pihaknya telah meresmikan tempat uji kompetensi untuk lebih mempersiapkan para tenaga kerja Indonesia yang terampil. 
 
"Harapan kami dengan adanya tempat uji kompetensi di lembaga pendidikan tinggi ini akan bisa lebih memperbaiki kualitas pendidikan tenaga kerja di Indonesia yang saat ini masih didominasi oleh lulusan sekolah dasar," terangnya. 


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats