Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 20 Oktober 2017 06:19 WIB

Mahasiswa dan Pemuda Siap Berkarya Wujudnya Indonesia Sejahtera

Jakarta, HanTer  - Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai Perguruan Tinggi dan organisasi kepemudaan (OKP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema "Tantangan Kinerja 3 Tahun Pemerintah" dan Deklarasi Barisan Mahasiswa Nusantara (BMN) di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta, Kamis (19/10/17).
 
Diantara organisasi mahasiswa dan pemuda yang hadir adalah BEM UIJ, BEM Univ. As Syafiyah, BEM Univ. Borobudur, BEM STIE Bank, Unkris, Unindra, UBK, GP Ansor, Sapma Pemuda Pancasila, dan Garda Nusa.
 
Peneliti Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo mengatakan, selama 3 tahun pemerintahan Jokowi -JK ada beberapa kebijakan yang sudah berhasil dan ada juga beberapa yang belum di laksanakan. Tetapi selama 3 tahun ada beberapa hal yang sudah diperbuat diantaranya program pembangunan infrastruktur.
 
Tahun pertama peletakan dasar regulasi, tahun ke 2 percepatan membangun, tahun ke 3 sudah ada beberapa hasil pembangunan yang sudah di rasakan tentu saja ada beberapa pro kontra dalam politik.
 
"Sebagai pemikir dan generasi penerus bangsa tidak boleh melihat sesuatu dengan kacamata kuda. Boleh bersuara terhadap kebijakan yang sedang berjalan tetapi dengan penilaian secara objektif dan didasari oleh data dan fakta," ujarnya.
 
Oleh karena itu Karyono menyarankan, jangan melakukan penilaian sebuah kebijakan seperti yang dilakukan oleh para politisi. Sebab ada beberapa catatan yang dilakukan Jokowi dalam membangun, utamakan pembangunan infrastruktur dan pemerataan pembangunan. Oleh karena itu ada ketimpangan di Indonesia timur. Sehingga untuk mengurangi ketimpangan Jokowi membangun infrastruktur di Indonesia timur.
 
“Seperti jalan trans Papua yang berjalan dengan baik. Saya lihat perbatasan di Kalimantan yang bagus dan tertata dengan baik gedungnya, dan di NTT gedungnya sudah bagus, ada juga 176 km jalan tol yang baru, dan 2. 985 jembatan yang sudah dibangun,” ucapnya.
 
Selain Karyono Wibowo, Dosen FISIP Uhamka/Ketum Fornas Bhinneka Tunggal Ika, Dr. H. Syaiful Rohim Msi. juga mengatakan bahwa 1 aspek pembangunan infrastruktur akan di rasakan oleh masyarakat. Masyarakat menginginkan proses pembangunan tidak terlalu lama. Kondisi yang dialami masyarakat saat ini menjadi catatan penting oleh kelompok masyarakat.
 
Terkait masalah politik, menurut Syaiful, lawan politik selalu mencari celah untuk menjatuhkan lawannnya. Ini PR pemerintah memberikan 1 keteduhan dalam politik. Isu- isu sensitif yang ada harus segera di hentikan. Politisi politisi harus menunjukan kedewasaan untuk politik di indonesia.
 
"Perlu diketahui bahwa masyarakat dalam melihat figur terkadang secepat membalikan tangan. Mari kita bangun kesadaran politik. Harus ada kedewasaaan politik demi negara republik indonesia. Pointnya, masyarakat dan mahasiswa harus tetap terus berkarya karena kalian adalah yang memimpin bangsa ini kedepannya,"pesan Syaiful.
 
Dalam acara tersebut Badan Eksekutif Mahasiswa dan Organisasi Ke Pemudaan menyatakan Sikap :
 
Kami mahasiswa dan pemuda menuntut stabilitas politik, stabilitas kemanan, stabilitas ekonomi agar terwujud masyarakat
Sejahtera
 
Kami mahasiswa dan pemuda mendukung segala upaya nyata pemerintah saat ini yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
 
Kami mahasiswa dan pemuda akan tampil di depan mengkritisi pemerintah jika ingkar dari kepentingan rakyat


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats