Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 27 September 2017 20:55 WIB

LIPI Kembangkan Biorefineri sebagai Energi Alternatif

Jakarta, HanTer – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Badan Kerja Sama Internasional Jepang (ICA) menggelar International Symposium on Innovative Bioproduction Indonesia (ISIBio) ke-IV di Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/9/2017).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas urgensi biorefineri bagi produksi energi alternatif di Indonesia. Di mana, dalam pemanfaatan sumber daya hayati untuk pemanfaatan berkelanjutan, biorefineri merupakan salah satu teknologi kunci yang mampu menggantikan posisi energi minyak berbasis fosil kedepan.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menjelaskan, terdapat tiga hal penting dalam pengembangan teknologi bioproses (biorefineri) untuk mengubah biomasa menjadi biofuel dan produk kimia lainnya.

Pertama, kata dia, perlu pengembangan teknologi pre-treatment biomasa untuk menghilangkan bagian yang tidak diperlukan. Kedua, perlu pengembangan teknologi produksi biokatalis atau enzim yang efisien, karena biokatalis merupakan produk impor sehingga harganya sangat tinggi. Dan Ketiga, perlu pengembangan teknologi fermentasi atau reaksi yang terpadu agar proses menjadi lebih efisien.

"Jika kita dapat memadukan ketiga teknologi tersebut dengan tepat, dengan komposisi sumber daya lokal yang digunakan, maka diprediksi akan menghasilkan proses yang lebih efisien sekaligus menurunkan biaya produksi. Sehingga, produksi energi alternatif bisa berbiaya murah dan terjangkau digunakan oleh masyarakat," kata Enny di IPB International Convention Center, Bogor, Rabu (27/9/2017).

Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi Lipi sekaligus Manajer Proyek Biorefineri, Yopi Sunarya menjelaskan,‎ salah satu fokus utama kegiatan riset biorefineri tersebut adalah mengembangkan biorefineri terpadu di Indonesia, dengan dasar pemanfaatan biomasa yang berasal dari industri kelapa sawit dan tebu untuk produksi bioethanol dan bioplastik dengan menggunakan mikroba dan kode genetikanya.

"Dari hasil riset terpadi ini pula, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI mendapatkan sertifikat sebagai pusat unggulan Iptek Biorefineri Terpadu dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, yakni sebagai pusat unggulan iptek," ujarnya.

Disamping itu Yopi juga berharap teknologi biorefineri terus dikembangkan ke depan melalui jalinan kerja sama riset yang lebih luas. Dan lewat ISIBio2017 tersebut dia berharap simposium ini mampu meningkatkan kerja sama dan berbagi pengetahuan terkait bidang bioproses biorefineri antara sesama peneliti Indonesia maupun peneliti luar negeri.

Kelanjutannya, ungkap Yopi, akan dilaksanakan satu implementasi hasil riset biorefineri terpadu antara dua perusahaan, yaitu Bioenergy Corporation Jepang dan PT Agricinal Indonesia, terkait pemanfaatan kelapa sawit untuk produksi biofuel. “Kami berharap implementasi tersebut membawa percepatan dalam pembuatan energi alternatif yang lebih efisien di Indonesia," tambahnya. 

 

 


(Arbi/Oke)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats