Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 26 September 2017 23:29 WIB

Deklarasi Pembentukan Konsorsium Riset Samudera

Jakarta, HanTer - Sebanyak 11 kementerian/lembaga dan universitas mendeklarasikan Konsorsium Riset Samudera untuk mengharmonisasikan program-program riset nasional bagi optimalisasi sumber daya kemaritiman Indonesia.

"Keberadaan konsorsium ini penting sebab Indonesia sebagai negara maritim yang besar membutuhkan peran strategis dan kontribusi Iptek kelautan dalam konteks pembangunan nasional dan daya saing bangsa," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Zainal Arifin di Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Konsorsium tersebut pada tahap awal terbentuk atas kerja sama antara 11 kementerian/lembaga dan universitas, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Peran utama yang diharapkan dari Konsorsium Riset Samudera sebagai forum untuk menformulasikan tema riset yang multidimensional yang didukung oleh infrastruktur riset melalui kemitraan antarlembaga sesuai dengan tupoksi dan kepakaran,” ujar dia. Peran tersebut perlu direalisasikan dalam sebuah Konsorsium Riset Samudera yang programnya memiliki roadmap berbasis "output" yang perlu dicapai dalam jangka waktu dekat (2018-2021).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Konsorsium Riset Samudera adalah untuk mendorong optimalisasi sumber daya laut bagi pembangunan nasional tersebut. Kemudian dari sisi lain, keberadaan konsorsium itu memiliki empat latar belakang penting.

Pertama, riset samudera di Indonesia penting dilakukan untuk mendukung pembangunan dan daya saing riset nasional. Kedua, pelaksanaan riset samudera membutuhkan dukungan dana dan sarana, seperti kapal dan instrumentasinya, yang terstandar dan tersertifikasi. Ketiga, sarana riset kapal yang ada saat ini masih belum mampu menjawab kebutuhan riset samudera. Dan keempat, perlunya pusat data sebagai pangkalan data untuk hasil riset samudera.

Sementara itu, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Arifin Rudiyanto mengatakan selama ini program riset kelautan terpencar, begitu pula sumber daya manusia, hingga infrastruktur risetnya. Dengan konsorsium harapannya menjadi tahu kekurangan masing-masing sehingga bisa saling menutupi.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengatakan laut memiliki potensi besar untuk menjadikan Indonesia negara besar. Sangat bisa untuk mendukung pembangunan ekonomi, sehingga dapat digunakan untuk mengurangi gini rasio. Lebih dari itu, menurut dia, bentuk konsorsium sudah tepat karena lebih efektif dibanding kerja sama bilateral karena output sulit dicapai. 


(Abe/Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats