Di Publish Pada Tanggal : Senin, 10 Juli 2017 19:02 WIB

Mendikbud Tetap Diminta Batalkan Sekolah Lima Hari

Jakarta, HanTer - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini tetap meminta sekolah lima hari untuk dibatalkan karena lebih banyak memicu kerugian daripada manfaat.

"PBNU menilai kebijakan lima hari sekolah lebih banyak mengandung mudarat dibandingkan maslahat," kata Helmy di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (10/7/2017).

Dia mengatakan kebijakan lima hari sekolah terbukti membuat energi masyarakat tersedot dan sibuk dengan perdebatan serta kegaduhan dalam menyikapinya. Helmy merujuk survei yang dilakukan oleh Majalah Tempo. Dalam rilis survei indikator Majalah Tempo tersebut, sebanyak 4.827 (69 persen) dari 6.889 responden menyatakan kebijakan sekolah lima hari tidak tepat dilakukan.

"Fungsi pemerintah itu mengambil kebijakan dalam banyak hal yang basisnya adalah kemaslahatan dan aspirasi dari masyarakat. Khusus soal masalah pendidikan ini 'kan kondisi sudah tertata dengan baik, jangan malah membuat kebijakan yang berpotensi menimbulkan kagaduhan," kata dia.

Helmy yang pernah menjabat Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Indonesia Bersatu II itu mengatakan kebijakan soal lima hari sekolah bukan ditolak oleh kalangan masyarakat pesantren saja tapi juga kalangan di luar pesantren.

Menurut dia, akan ada banyak perubahan mendasar jika kebijakan itu dipaksakan karena masyarakat yang terdampak sangat luas. Kebijakan harus semaksimal mungkin menghindari mudarat. "Dan 'full day school' ini terbukti lebih banyak melahirkan mudarat. Maka sikap PBNU tegas, kebijakan tersebut harus dibatalkan," kata dia. (Ant)


(Ant/Abe)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats