Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 17 Juni 2017 19:40 WIB

Hery Haryanto: Patut Dicurigai Mendikbud Punya Agenda Sendiri

Jakarta, HanTer - Desakan sejumlah kalangan agar kebijakan terkait Full Day School (FDS) dicabut belum menuai hasil. Ya, sejuah ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy masih bergeming dan tetap ingin merealisasikan kebijakan sekolah delapan jam sehari dalam 
lima hari tersebut.
 
Tetapi penolakan terhadap kebijakan Mendikbud itu belum berhenti, justru semakin kencang. Kali ini giliran Majelis Dzikir Hubbul Wathon yang menyatakan menolak FDS.
 
Menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Majelis Dzikir Hubbul Wathon Hery Haryanto Azumi, kebijakan Mendikbud itu berdampak pada tatanan pendidikan kultural yang selama ini sudah terbangun. Misalnya, Madrasah Diniyah yang sudah bertahun-tahun jadi saranan pendidikan agama bagi anak-anak warga Nahdlatul Ulama (NU).
 
"Wajar jika NU begitu keras menolak kebijakan Full Day School ini. Karena Madrasah Diniyah milik NU akan lenyap. Padahal Madrasah Diniyah sudah terbukti efektif sebagai institusi pembentuk dan menjaga karakter bangsa Indonesia," tegas Hery Haryanto Azumi yang juga Wasekjen PBNU, di Jakarta, Sabtu (17/6/2017).
 
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan pihaknya menolak keras kebijakan Mendikbud terkait sekolah delapan jam selama lima hari. Menurut Kiai Said, negara perlu mengonfirmasi usaha pembentukan karakter masyarakat.
 
Lebih lanjut dikatakan, pendidikan karakter termasuk dalam program Nawacita Presiden Joko Widodo. Harus selaras dengan local wisdom yang tumbuh sesuai dengan kultur di masyarakat, sehingga tidak 
menimbulkan gejolak.
 
Meski ormas Islam terbesar sudah menyatakan penolakan, namun Mendikbud Muhadjir tetap bersikeras. Buktinya, sampai saat ini tidak ada tanda-tanda jika FDS akan dicabut oleh Muhadjir.
 
Jika Mendikbud tetap ngotot ingin menjalankan kebijakannya itu, kata Hery, akan merugikan pemerintah Presiden Joko Widodo. Sebab, selama ini orang nomor satu di Indonesia itu selalu menjaga dan intensif bersilaturahmi dengan para kiai-kiai pesantren.
 
"Saya khawatir kebijakan Mendikbud ini merusak hubungan baik Presiden Jokowi dengan pesantren. Dan upaya Presiden Jokowi intensif mendatangi pesantren-pesantren selama ini jadi tidak ada 
artinya," ungkapnya.
 
"Saya jadi curiga dengan Mendikbud. Ada apa kok dia ngotot sekali ingin merealisasikan Full Day School. Patut dicurigai, Mendikbud punya agenda sendiri," pungkas mantan Ketua Umum PB PMII ini.

 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats