Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 27 Januari 2017 23:30 WIB

Menristek: Kekerasan Kampus Masuk Ranah Pidana

Jakarta, HanTer - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir menegaskan kasus kekerasan yang terjadi di dalam kampus tetap masuk dalam ranah pidana yang ditangani kepolisian.

"Meski ada surat (pernyataan, red.) tidak akan menuntut, kalau di dalamnya memang terjadi kekerasan urusannya sudah pidana. Kami serahkan kepada polisi," katanya di Semarang, seperti dilansir Antara,

Penegasan itu disampaikannya menanggapi kasus kekerasan saat kegiatan pendidikan dasar mahasiswa pecinta alam Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, yang mengakibatkan tiga mahasiswanya tewas.

"Kami tidak ingin mengintervensi itu. Sudah kami serahkan kepada pihak berwajib, polisi untuk menindak lanjuti. Jangan sampai ada lagi kekerasan di dalam kampus," katanya.

Ia menegaskan sudah menyampaikan penegasannya kepada seluruh rektor, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) agar tidak ada lagi kekerasan dalam kampus. "Bukan imbauan lagi. Peraturan menterinya juga sudah ada. Saya wajibkan semua rektor PTN dan PTS bahwa masalah kekerasan dalam kampus harus dihindari. Jangan sampai ada kekerasan," pungkasnya.

Seperti diketahui, kasus kekerasan dalam dunia pendidikan kembali terjadi, kali ini saat kegiatan Diksar Mapala UII Yogyakarta yang berlangsung di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, 13-20 Januari 2017.

Akibatnya, tiga mahasiswa UII Yogyakarta peserta kegiatan diksar mapala bertajuk "Great Camping" tersebut tewas, yakni Muhammad Fadli (19), Syaits Asyam (19), dan Nurfadmi Listia Adi (20). 


(Abe)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats